TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pekerja kembali ditegaskan dalam audiensi yang digelar pengurus Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Kota Tebing Tinggi bersama Wali Kota di ruang kerja wali kota, Jalan Sutomo, Senin (28/4/2026).
Pertemuan ini tidak sekadar seremoni. Di dalamnya, terselip harapan besar: menghadirkan iklim ketenagakerjaan yang sehat, kondusif, dan mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Iridian Saragih, didampingi sejumlah pejabat, antara lain Kabag Protokoler Faisal dan Kabag Kesbangpol Ramhdan Barkah Pulungan. Dari pihak buruh, hadir Ketua KSBSI Tebing Tinggi Remon Berlin Gultom, Sekretaris Jenderal Riska Wahyuni Tarigan, Wakil Ketua Shandi Sitorus, serta jajaran pengurus lainnya.
Baca Juga: Usai Konsumsi MBG, Belasan Siswa SD Swasta As Syifa Pagar Merbau Mual dan Muntah
Ketua KSBSI, Remon Berlin Gultom, menegaskan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis sebagai fondasi utama menarik minat investor. Menurutnya, stabilitas ketenagakerjaan akan menjadi sinyal positif bagi dunia usaha untuk menanamkan modal di daerah.
“Kami berharap tercipta iklim ketenagakerjaan yang kondusif sehingga investor tertarik datang dan membuka lapangan pekerjaan di Kota Tebing Tinggi,” ujarnya.
Respons positif datang dari Wali Kota. Iman Iridian Saragih mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program yang berpihak pada kesejahteraan pekerja.
“Pemerintah Kota Tebing Tinggi tentu mendukung hal-hal positif demi kemajuan daerah dan kesejahteraan pekerja,” katanya.
Di sisi lain, momentum menjelang peringatan Hari Buruh Internasional turut menjadi perhatian. Remon memastikan, peringatan May Day di Tebing Tinggi akan berlangsung tanpa aksi turun ke jalan. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang relatif kecil serta pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Baca Juga: 7 Rumah Warga Rantauprapat Hangus Dilahap Sijago Merah
Ia menekankan, suasana kondusif menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan, baik dari masyarakat maupun pelaku usaha. Karena itu, seluruh elemen—baik pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya—diharapkan menjaga netralitas dan memperkuat kolaborasi.
Audiensi ini menjadi penanda bahwa dialog tetap menjadi jalan utama dalam menjembatani kepentingan buruh dan pemerintah. (mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan