MEDAN, SUMUT POS- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumatera Utara terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan aset dan keuangan daerah.
Kepala BPKAD Sumut, Timur Tumanggor, menegaskan bahwa langkah ini dilakukan melalui digitalisasi sistem, inventarisasi aset, serta penguatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Timur, masih banyak aset daerah, baik bergerak maupun tidak bergerak, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pihaknya tengah menyiapkan sistem aplikasi untuk mendukung pengelolaan yang lebih transparan dan terintegrasi.
Baca Juga: Cuaca Panas di Medan Capai 36 Derajat Celcius
“Kita ingin semua aset terdata dengan baik. Baik itu tanah, bangunan, maupun kendaraan dinas. Dengan sistem aplikasi, kita bisa tahu siapa yang mengelola, dimanfaatkan untuk apa, dan bagaimana kontribusinya terhadap PAD,” ujar Timur saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Rabu (29/4/2026).
Dalam pengelolaan aset tidak bergerak seperti tanah dan lahan, BPKAD menemukan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi kendala optimalisasi.
Beberapa poin penting yang disoroti antara lain:
Banyak aset terbengkalai
Sejumlah aset daerah belum dimanfaatkan secara maksimal, bahkan ada yang tidak terkelola sama sekali.
Penerapan aplikasi inventarisasi
Pemerintah akan menggunakan aplikasi khusus untuk mendata seluruh aset, termasuk lokasi, luas, jenis pemanfaatan, hingga penanggung jawab.
Salah satu contoh adalah lahan seluas sekitar 7 hektare milik Dinas Pertanian di Kecamatan Barus yang akan dimasukkan dalam sistem.
Permasalahan sertifikasi dan penguasaan pihak ketiga
Beberapa aset masih bermasalah, seperti belum bersertifikat, dikuasai pihak lain, atau berada di kawasan yang sulit dilegalkan, seperti area sekitar Danau Toba.
Timur menegaskan, digitalisasi data aset ini menjadi kunci dalam penyelesaian berbagai persoalan tersebut.
“Dengan sistem yang terbuka dan terintegrasi, kita bisa menyelesaikan masalah aset secara bertahap, sekaligus memastikan aset tersebut bisa memberikan nilai tambah bagi daerah,” katanya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe