Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

May Day 2026 di Nias Selatan: Dari Aksi ke Aksi Nyata, SBSI 1992 Dorong Kemandirian Buruh

Johan Panjaitan • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:01 WIB
Foto bersama usai pembagian sembako kepada perwakilan buruh oleh Ketua DPC SBSI 1992 Nisel, Kapolres Nisel, dan Asisten I Bupati Nisel. (Eriusman Duha/Sumut Pos)
Foto bersama usai pembagian sembako kepada perwakilan buruh oleh Ketua DPC SBSI 1992 Nisel, Kapolres Nisel, dan Asisten I Bupati Nisel. (Eriusman Duha/Sumut Pos)

 

NISEL, Sumutpos.jawapos.com- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Nias Selatan tampil dengan wajah berbeda. Tak sekadar diwarnai orasi dan tuntutan di jalanan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SBSI 1992 Nias Selatan memilih menghadirkan aksi nyata melalui pembagian sembako dan kegiatan longmarch yang dipusatkan di Lapangan Orurusa, Teluk Dalam, Jumat (1/5/2026).

Mengusung tema “Buruh Berhasil, Negara Sejahtera, Nias Selatan Jaya”, peringatan ini menegaskan satu pesan utama: kesejahteraan buruh merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah. Tidak hanya buruh sektor formal, semangat ini juga merangkul petani, peternak, dan nelayan sebagai penggerak ekonomi lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya Asisten Bupati Nias Selatan Fatolosa Giawa, Kapolres Nisel AKBP Ferry Mulyana Sunarya, perwakilan Lanal Nias, Kejaksaan Negeri Nias Selatan, serta jajaran pengurus SBSI 1992.

Baca Juga: Jalin Silaturahmi, FORWAKUM FC dan Kemenag Sergai Suguhkan Laga Penuh Sportivitas

Ketua DPC SBSI 1992 Nias Selatan, Anugerah Loi, menegaskan bahwa momentum May Day harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, kondisi buruh di daerah masih membutuhkan perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor.

“Kondisi buruh di Nias Selatan memerlukan kerja sama semua pihak. Ini momentum untuk bangkit dan mandiri, karena kesejahteraan ekonomi berawal dari tangan buruh itu sendiri,” tegasnya.

Distribusi bantuan sosial menjadi simbol konkret dari semangat tersebut. Selain kepada buruh, SBSI 1992 juga menyalurkan bantuan kepada anak-anak panti asuhan seperti Lainisora, Merci, dan Cinta Kasih, masing-masing diwakili sepuluh anak. Langkah ini memperluas makna solidaritas, bahwa perjuangan buruh juga sejalan dengan kepedulian sosial.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara serikat buruh dan pemerintah daerah. SBSI 1992 menyoroti pentingnya perlindungan hak-hak pekerja lokal, sekaligus mendorong penguatan sektor UMKM sebagai penopang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(eri/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sembako #may day #nias selatan #SBSI 1992