SIANTAR, Sumutpos.jawapos.com- Menjelang perayaan Paskah 2026, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Pematangsiantar menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar bakti sosial di UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu, Wicara, dan Lanjut Usia (Lansia) Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Panitia Paskah ASN Pemko Pematangsiantar. Bantuan diserahkan kepada para penghuni panti sebagai bentuk perhatian dan solidaritas sosial menjelang hari besar keagamaan umat Kristiani.
Ketua Panitia Paskah ASN Pemko Pematangsiantar, Alwi Adrian Lumban Gaol SSTP MSc, mengatakan rangkaian kegiatan Paskah tahun ini tidak hanya berfokus pada ibadah dan seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh masyarakat.
Menurut Alwi, sebelum pelaksanaan perayaan Paskah yang dijadwalkan berlangsung Jumat (8/5/2026), panitia telah lebih dahulu melaksanakan sejumlah kegiatan sosial.
Baca Juga: Kapoldasu Apresiasi PLN Mobile saat Mencoba SPKLU Ultra Fast Charging PLN Presisi
“Selain bakti sosial di panti ini, sebelumnya kami juga menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Ruang Data Pemko Pematangsiantar,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat Paskah yang diusung ASN Pemko Pematangsiantar tahun ini diarahkan untuk memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan pelayanan terhadap sesama tanpa memandang latar belakang.
Usai penyerahan bantuan, Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang dinilai mampu menghadirkan perayaan Paskah dengan makna sosial yang kuat.
Baca Juga: Patut Diketahui, Ini Makanan yang Bisa Menghancurkan Batu Empedu
Wesly menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar simbol kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Tadi sudah kita serahkan bantuan kepada para penghuni panti. Meski ini kegiatan Paskah, semua penghuni tetap menerima bantuan tanpa memandang perbedaan agama. Karena pada dasarnya kita semua bersaudara,” kata Wesly.(pra/han)
Editor : Johan Panjaitan