LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Usianya baru tiga tahun. Terlalu kecil untuk memahami arah jalan pulang, terlalu polos untuk mengerti bagaimana meminta bantuan ketika tersesat di tengah keramaian.
Minggu pagi (10/5), seorang bocah laki-laki bernama Leiv Purba ditemukan berjalan sendirian di sekitar kawasan SMA Negeri 1 Rantau Selatan, Jalan KH Dewantara, Rantauprapat. Wajahnya tampak bingung. Tidak ada keluarga yang mendampingi.
Situasi itu pertama kali disadari seorang warga bernama Iskandar. Melihat seorang anak kecil berkeliaran tanpa pengawasan, ia segera melapor ke pihak kepolisian.
Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh personel Polres Labuhanbatu. Unit PADAL bersama personel PAMAPTA II SPKT bergerak menuju lokasi untuk mengamankan bocah tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari Ipda Erik Rianto Hutabarat, Ipda Izhar, Aipda Alfian Hasibuan, Aipda MR Siregar, Aipda Indra Dani, dan Brigpol Yogi Panjaitan segera memastikan kondisi anak dalam keadaan aman dan sehat.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Paspor Seumur Hidup untuk WNI Mulai 2027
“Kami langsung mengamankan anak tersebut, memastikan kondisinya baik, sekaligus memberikan rasa aman terlebih dahulu,” ujar Kasi Humas Polres Labuhanbatu, Aswin Irwan.
Di tengah kepanikan dan rasa takut seorang anak kecil yang terpisah dari keluarganya, pendekatan petugas dilakukan dengan penuh kelembutan. Leiv ditenangkan perlahan sambil petugas berusaha menggali informasi mengenai tempat tinggal dan keluarganya.
Dari pendataan awal, diketahui bocah tersebut tinggal di kawasan Perum DL Sitorus, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan.
Tanpa membuang waktu, polisi langsung mengaktifkan jaringan komunikasi. Informasi mengenai anak hilang itu disebarkan melalui grup WhatsApp lingkungan, jaringan RT dan RW, hingga media sosial resmi kepolisian.
Foto Leiv beredar cepat di tengah masyarakat. Warga pun ikut membantu menyebarkan informasi dengan harapan keluarga bocah itu segera ditemukan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Tidak lama berselang, seorang pria bernama E. Purba menghubungi petugas. Dengan nada cemas, ia mengaku anaknya sejak pagi tidak ditemukan di rumah.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Pastikan Kesiapan Perlindungan Jamaah Haji di Sumut
Momen haru pun terjadi saat proses penyerahan dilakukan. Setelah identitas diverifikasi, Leiv langsung meraih tangan pria itu dan memanggilnya “Papa”. Suasana tegang yang sebelumnya menyelimuti ruang pelayanan polisi seketika berubah menjadi lega dan emosional.
Kapolres Labuhanbatu Wahyu Endrajaya melalui AKP Aswin Irwan menyampaikan rasa syukur atas cepatnya proses pencarian keluarga anak tersebut.
“Berkat respons cepat personel, dukungan aparat lingkungan, dan partisipasi masyarakat, anak itu akhirnya bisa kembali ke pelukan orangtuanya dalam keadaan sehat dan aman,” ujarnya.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan