Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

ADK DPR RI Undang Orangtua Remaja Korban Kamboja Makan Siang di Binjai

Johan Panjaitan • Minggu, 10 Mei 2026 | 17:30 WIB

ADK selaku Anggota DPR RI (tengah) saat diwawancarai di Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
ADK selaku Anggota DPR RI (tengah) saat diwawancarai di Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Ahmad Doli Kurnia (ADK), Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar melakukan reses ke sejumlah daerah pemilihannya di Sumatera Utara. Dalam reses ini, ADK juga sempat berkunjung ke Kota Binjai dan menemui orang tua remaja yang menjadi korban atau pekerja migran ilegal (PMI) atas nama Ardiansyah di Kamboja.

Temu ramah ini juga dibalut dengan makan siang bersama di Marhaba Cafe, Jalan T Imam Bonjol, Binjai Selatan, akhir pekan kemarin. "Alhamdulilah, kami dapat bersilaturahmi dengan Ardiansyah dan keluarganya sembari syukuran karena dia sudah kembali ke kampung halamannya dan berkumpul bersama keluarga," kata Doli. 

Dia juga bersyukur karena Ardiansyah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. "Sebelumnya kita bersama politisi Partai Golkar seperti Ketua DPRD Binjai Hj Tini, Anggota DPRD Sumut Pak Ucok A'ang dan pengurus partai seperti Pak Uda, berkunjung ke rumah Ardiansyah yang sebelumya ditahan, untuk mencari solusi agar dia bisa kembali. Dan Alhamdulillah, tapi kami bertemu dan dalam keadaan sehat," tuturnya. 

Saat disinggung adanya salah seorang warga Binjai yang saat ini meninggal dunia di Kamboja dan jasadnya belum bisa dipulangkan karena terkendala dana, ADK kaget karena baru mengetahui kabar tersebut. "Saya baru tau kabar ini yang sekarang. Namun sebagai anggota DPR RI, tidak semuanya bisa segera kita bantu. Begitu pun sebagai Wakil Rakyat, kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantunya karena hal ini juga menjadi tanggung jawab kita," tegasnya. 

Baca Juga: Penerima Bansos Triwulan II Bertambah 470 Ribu Keluarga, Pemerintah Perkuat Validasi Data

"Tadi ada juga saya dengar dari rekan media ada beberapa warga Binjai yang saat ini berada di penampungan yang ada di Phnom Penh. Mereka diamankan karena tidak memiliki Visa. Tentunya kita prihatin. Untuk itu kami akan berusaha membantunya," ujar pria yang karib disapa Doli seraya meminta data datanya yang lebih lengkap agar bisa dibantu. 

Soroti Polemik PKL Binjai

Pria berkacamata yang saat ini juga dipercaya oleh DPP Partai Golkar menjabat sebagai Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera ini juga menyoroti polemik yang terjadi akhir akhir ini terjadi di Kota Binjai, yaitu penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan direlokasi, namun ditolak oleh para pedagang. 

"Pedagang Kaki Lima juga warga negara Indonesia. Namun terkait penertiban seperti ini memang hampir terjadi di setiap daerah. Para pedagang itu berjualan itu menghidupi keluarganya. Sedangkan tugas kita sebagai pemerintah untuk mengayomi masyarakat," bebernya. 

Baca Juga: Di KTT ASEAN, Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Sebagai Pondasi Utama Penentu Kedaulatan dan Stabilitas Negara

Jika penertiban itu tujuannya untuk keindahan, keamanan dan estetika Kota, sambung Ahmad Doli, tidak serta merta Pemerintah melakukan penertiban tanpa ada solusinya. 

"Harus kita carikan solusinya, lakukan komunikasi dengan baik. Intinya Pemerintah Kota dalam hal ini Pak Walikota, tidak bisa lepas tanggung jawab. Masyarakat berhak untuk hidup layak dengan pekerjaan dan kemampuan mereka. Kalau sekarang mereka hanya mampu sebagai pedagang, ya harus kita Ayomi. Sediakan lokasinya yang lebih layak agar mereka mampu menghidupi keluarganya," pungkasnya. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#dpr ri #pmi #kamboja #reses