BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Keluhan terkait kualitas air bersih Perumda Tirtasari kembali mencuat dari warga Kota Binjai. Sejumlah pelanggan mengaku telah menerima aliran air keruh selama berbulan-bulan dan menilai kondisi tersebut tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Seorang pelanggan yang tinggal di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Cengkehturi, Kecamatan Binjai Utara, menyebut kondisi air tidak pernah benar-benar jernih sejak ia mulai menetap di Kota Binjai sekitar satu tahun lima bulan terakhir.
“Kurang lebih sudah delapan sampai sembilan bulan seperti ini. Airnya tidak pernah bagus, tidak pernah bening,” ujarnya sambil memperlihatkan rekaman video air keruh kecokelatan, Minggu (17/5/2026).
Keluhan Tak Ditanggapi Maksimal
Warga tersebut mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan, termasuk melalui media sosial resmi Perumda Tirtasari. Namun, ia menilai tidak ada respons yang memadai dari pihak terkait.
“Masa air PDAM seperti itu, Instagram juga tidak aktif. Mau mengadu ke mana pun tidak tahu,” keluhnya.
Baca Juga: Salut, Start Posisi 20 Veda Ega Pratama Finish di Posisi 8 Moto3 Catalunya 2026
Ia juga menyebut telah mencoba melaporkan kondisi tersebut melalui kanal media sosial Wakil Wali Kota Binjai, namun hingga kini perbaikan belum dirasakan.
Perumda Tirtasari: Sedang Dilakukan Penanganan Teknis
Menanggapi keluhan itu, Direktur Perumda Tirtasari, Ashari, membenarkan pihaknya telah mengetahui permasalahan tersebut. Ia menyebut saat ini proses penanganan tengah dilakukan.
“Sudah ditangani itu, tinggal buat WO (wash out)-nya saja,” ujarnya.
Ashari menjelaskan, wash out merupakan proses pembuangan endapan lumpur, karat, dan kotoran di dalam jaringan pipa distribusi air yang dilakukan melalui titik pembuangan tertentu.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas air tetap stabil, terutama pada jaringan perumahan yang masih dalam tahap pengembangan.
“Harus rutin, seminggu sekali supaya kualitasnya terjaga,” katanya.
Baca Juga: Kemnaker Kembali Buka Program Vokasi, Siapkan untuk 30 Ribu Peserta Lulusan SMA/SMK
Namun saat disinggung mengenai konsistensi pelaksanaan perawatan tersebut, Ashari tidak memberikan penjelasan lebih rinci. Ia hanya menyebut kemungkinan kendala terjadi pada wilayah perumahan yang baru.
“Bisa saja sudah ada, hanya saja petugasnya, karena perumahan baru,” ucapnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan