LABUSEL, Sumutpos.jawapos.com-Ribuan warga memadati lapangan sepak bola Desa Perkebunan Teluk Panji Sidodadi, Kecamatan Kampung Rakyat, Sabtu (23/5/2026) malam, untuk menyaksikan penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-XVII tingkat Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang didampingi Wakil Bupati Syahdian Purba secara resmi menutup agenda keagamaan tahunan tersebut dalam suasana khidmat sekaligus meriah. Penutupan juga menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembinaan tilawah Al-Qur’an dan seni islami yang selama sepekan terakhir berlangsung di Kecamatan Kampung Rakyat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Labusel Reza Fahlevi Nasution, Wakil Ketua DPRD Labusel Irmayanti, anggota DPRD H. Sutiman dan Zuham, Kapolres Labusel yang diwakili Kapolsek Kampung Rakyat AKP M. Ilham Lubis, jajaran OPD, Ketua LPTQ, pengurus organisasi kepemudaan, alim ulama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Tim Gabungan Polres Labuhanbatu dan Intel Kodim 0209 Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu ke Jambi
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa oleh Ketua MUI Labusel H. Makmur Ismail Harahap dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ramadhan Sahputra.
Dalam laporan panitia, Camat Kampung Rakyat Ali Brahamsar Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ dan FSQ tahun ini.
Ia juga memberi semangat kepada peserta agar terus meningkatkan kemampuan, baik bagi yang berhasil meraih juara maupun yang belum memperoleh hasil maksimal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras demi terselenggaranya kegiatan ini. Kepada peserta yang berhasil meraih juara, kami berharap dapat terus meningkatkan kemampuan untuk berlaga di tingkat lebih tinggi. Sementara bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati dan tetap semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Fery Sahputra Simatupang menegaskan MTQ dan FSQ bukan sekadar perlombaan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang religius dan berakhlak.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Labuhanbatu Selatan.
“MTQ dan FSQ ini bukan hanya kegiatan seremonial ataupun perlombaan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, membangun generasi muda yang cinta Al-Qur’an, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Labuhanbatu Selatan,” kata Fery.
Baca Juga: Blackout, Penjualan Genset di Medan Meningkat, Jalan Pandu Macat
Bupati juga meminta para qori, qoriah, dan peserta FSQ terbaik agar terus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
“Kami berharap para peserta terbaik dapat mempersiapkan diri secara maksimal agar mampu membawa nama baik Kabupaten Labuhanbatu Selatan di ajang yang lebih tinggi nantinya,” tambahnya.
Prosesi penutupan ditandai dengan penurunan bendera MTQ dan bendera Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) oleh pasukan Paskibraka SMA Negeri Kampung Rakyat sebagai simbol berakhirnya pelaksanaan MTQ dan FSQ ke-XVII.
Pada kesempatan itu, Bupati Fery juga menyerahkan bendera MTQ dan FSQ kepada Camat Torgamba sebagai tanda estafet tuan rumah penyelenggaraan MTQ dan FSQ ke-XVIII tingkat Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun depan.(mag-5/han)
Editor : Johan Panjaitan