BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Di tengah komitmen aparat memberantas peredaran narkoba dan menjaga ketertiban masyarakat, sebuah pemandangan menarik tersaji saat tim gabungan Polres Binjai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan malam (THM), Senin (1/6/2026) malam.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah Diskotek Samudera Selatan di Jalan Gunung Kawi, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan. Namun ketika petugas tiba, tempat hiburan yang belakangan menjadi perbincangan publik itu tampak tidak beroperasi.
Gerbang besi berwarna biru yang menjadi akses utama menuju lokasi terlihat tertutup rapat dan digembok.
Sekilas, tidak ada yang mencurigakan. Namun perhatian justru tertuju pada kondisi gembok yang tampak masih baru. Tidak terlihat karat, bekas cuaca, maupun tanda-tanda telah lama terpasang. Temuan itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi di lapangan.
Baca Juga: Gerebek Kampung Toba, Polisi Temukan Jejak Sabu dari Laporan Warga
Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir beredar video yang memperlihatkan aktivitas pengunjung berjoget menikmati dentuman musik di lokasi yang sama. Karena itu, kondisi diskotek yang mendadak tutup saat razia berlangsung memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
Meski demikian, aparat tidak berspekulasi. Tim gabungan tetap menjalankan tugas sesuai prosedur dan melanjutkan pemeriksaan ke lokasi berikutnya.
Sekitar 20 menit melakukan pemantauan di Samudera Selatan, petugas bergerak menuju Diskotek Blue Night yang berada di wilayah Desa Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, kawasan yang berbatasan langsung dengan Kota Binjai.
Berbeda dengan lokasi pertama, Blue Night tampak beroperasi seperti biasa. Sejumlah pengunjung terlihat berada di dalam area hiburan malam saat tim gabungan melakukan pemeriksaan.
Kasatres Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan, razia dilakukan sebagai bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika.
"Kita melakukan razia di salah satu tempat hiburan malam, yaitu Blue Night. Kita menemukan delapan orang pengunjung di lokasi," ujar Ismail.
Baca Juga: Polsek Na IX-X Ringkus Pengguna Sabu di Pinggir Sungai, Sita Barang Bukti 1,32 Gram
Tak hanya memeriksa area hiburan, petugas juga melakukan penyisiran ke sejumlah sudut lokasi yang dianggap berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang. Delapan pengunjung yang berada di dalam diskotek turut menjalani pemeriksaan dan tes urine.
Hasilnya, seluruh pengunjung yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
Temuan tersebut menjadi indikator bahwa hingga saat razia berlangsung, tidak ditemukan adanya penyalahgunaan maupun penggunaan narkotika oleh pengunjung yang berada di lokasi.
AKP Ismail Pane menegaskan, razia yang dilakukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari langkah pengawasan berkelanjutan yang akan terus dilakukan Polres Binjai bersama instansi terkait.
Terkait kondisi Samudera Selatan yang tutup saat didatangi petugas, pihak kepolisian memastikan pengawasan tetap dilakukan.
"Selain Blue Night, kami juga mendatangi Diskotek Samudera Selatan. Seperti yang kita lihat bersama, diskotek tersebut tutup dan tidak ada aktivitas apa pun," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus memantau aktivitas tempat hiburan malam yang berada di wilayah hukum Polres Binjai.
"Ke depan, kami akan terus melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan," tegasnya.
Razia malam itu menjadi pesan bahwa pengawasan terhadap tempat hiburan malam tidak akan berhenti. Di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat, aparat berupaya memastikan setiap lokasi usaha hiburan tetap berjalan sesuai aturan dan tidak menjadi ruang bagi aktivitas yang melanggar hukum.
Sementara itu, kondisi Samudera Selatan yang mendadak tutup dengan gerbang tergembok masih menyisakan tanda tanya. Namun satu hal yang pasti, perhatian aparat kini tertuju ke sana, dan pengawasan akan terus berlanjut.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan