LUBUK PAKAM, Sumutpos.jawapos.com– Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang akan digelar di Kabupaten Deliserdang pada 1 hingga 3 Juli 2026 mulai menuai sorotan. Bukan terkait kemeriahan agenda nasional tersebut, melainkan soal keterbukaan penggunaan anggaran yang hingga kini belum mendapat penjelasan rinci dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang.
Sejumlah pejabat yang dimintai keterangan terkait besaran anggaran kegiatan justru memberikan jawaban berbeda-beda. Kondisi itu memunculkan kesan kurang transparan dalam penyampaian informasi kepada publik mengenai sumber maupun nilai anggaran yang digunakan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
HUT APKASI tahun ini akan dirangkaikan dengan Grand Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 dan diperkirakan dihadiri sekitar 400 kepala daerah atau bupati dari berbagai kabupaten di Indonesia.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deliserdang, Sandra Dewi Situmorang, mengaku belum mengetahui secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Bansos Tunai Berbasis AI, Rata-rata Penerima Dapat Rp5,4 Juta
"Belum, belum tahu saya terkait anggaran HUT APKASI," ujarnya.
Meski demikian, Sandra menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan telah dianggarkan melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak tahun sebelumnya. Ia menyebut pelaksanaan Pemilihan Putri Otonomi Indonesia berada pada lingkup Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), sementara kegiatan jalan santai atau fun walk berada pada koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai nilai anggaran maupun rincian pembiayaan, Sandra mengaku belum memiliki informasi yang pasti.
Ia juga menyebut sumber pendanaan kegiatan berasal dari beberapa pihak, yakni APKASI, Pemkab Deliserdang, dan pihak ketiga yang tidak mengikat. Meski demikian, asal-usul dana dari APKASI maupun besaran kontribusi masing-masing pihak belum dapat dijelaskan secara rinci.
Sandra turut menegaskan bahwa Dinas Kominfostan tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan tersebut, termasuk untuk pemasangan baliho dan spanduk yang saat ini telah terpasang di sejumlah titik.
"Kominfo tidak ada menganggarkan. Kalau desain memang dari kami, tetapi untuk pemasangan bukan oleh Kominfo," katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setdakab Deliserdang, Agung Tritanto, menyebut anggaran utama kegiatan berada pada Bagian Tata Pemerintahan (Tapem).
Baca Juga: Mentan Amran Ingatkan Anak Muda: Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan
"APKASI di Bagian Tapem. Kami hanya mendukung dalam bentuk konsumsi sesuai kebutuhan kegiatan," ujarnya.
Meski mengakui keterlibatan Bagian Umum dalam mendukung pelaksanaan acara, Agung juga tidak menjelaskan berapa besar anggaran yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi para tamu.
Keterangan serupa disampaikan Kepala Bagian Kesra, Faisal Rahman Panjaitan. Menurutnya, pos anggaran kegiatan HUT APKASI berada di Bagian Tata Pemerintahan dan bukan di Kesra.
"HUT APKASI di Tapem," singkatnya.
Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan sebelumnya yang menyebut kegiatan fun walk berada dalam lingkup Kesra. Namun saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait keterlibatan Kesra dalam agenda tersebut, Faisal tidak memberikan tanggapan tambahan.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Deliserdang, Adi Winarto, yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengelola anggaran kegiatan, belum memberikan penjelasan rinci terkait besaran anggaran yang digunakan.
"Nanti saya hubungi, saya masih di lapangan," ujarnya saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Deliserdang, Yudi Hilmawan, juga belum memberikan respons atas upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.(btr/han)
Editor : Johan Panjaitan