DAIRI, Sumutpos.jawapos.com — Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah ambulans di kawasan Ujung Salang, Desa Kutabuluh, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Senin (15/6/2026), berakhir tragis. Seorang perawat dilaporkan meninggal dunia, sementara sopir ambulans mengalami luka kritis setelah kendaraan yang mereka tumpangi terjun ke jurang sedalam sekitar 300 meter.
Korban meninggal diketahui bernama Sri Jatanti, seorang perawat asal Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Sementara pengemudi ambulans, Sahrizal, berhasil ditemukan dalam kondisi kritis dan langsung mendapat penanganan medis.
Kapolsek Tanah Pinem, AKP Sumitro Manurung, mengatakan proses evakuasi kedua korban berlangsung cukup berat mengingat lokasi kecelakaan berada di dasar jurang dengan medan yang terjal dan sulit dijangkau.
“Korban pengemudi dan perawat berhasil dievakuasi. Perawat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan pengemudi mengalami luka kritis,” ujarnya kepada wartawan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kecelakaan terjadi, kedua korban baru saja menyelesaikan tugas mengantar pasien ke Medan. Setelah itu, mereka bertolak kembali menuju kampung halaman di Gayo Lues.
Kepala Puskesmas Kutabuluh, Rismanto Berutu, menjelaskan perjalanan pulang tersebut berubah menjadi musibah ketika ambulans yang mereka kendarai mengalami kecelakaan tunggal di jalur pegunungan Tanah Pinem.
“Mereka selesai mengantar pasien ke Medan dan sedang dalam perjalanan pulang ke Gayo Lues,” kata Rismanto.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Jurang dengan kedalaman ratusan meter dan kondisi topografi yang ekstrem membuat tim evakuasi harus bekerja ekstra selama berjam-jam untuk mengangkat korban ke atas.
Ratusan personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari anggota Polri, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Para petugas harus bergantian menandu korban menyusuri lereng curam demi menembus medan yang sulit.
“Medannya sangat berat. Tim evakuasi harus bergantian menandu korban dari dasar jurang hingga ke badan jalan,” ungkap Rismanto.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko perjalanan di jalur pegunungan yang menghubungkan wilayah Dairi dengan Aceh. Hingga kini, penyebab pasti ambulans terjun ke jurang masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (rud/han)
Editor : Redaksi