LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com – Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Labuhanbatu Utara menunjukkan kepedulian dan empati kepada keluarga Luis David Hutabarat (LDH), pria yang meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga berkaitan dengan tindakan penganiayaan di area perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara.
Luis David Hutabarat, warga Dusun Tapian Nauli, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pinggir jalan Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame, Selasa (16/6/2026). Penemuan tersebut segera memicu perhatian masyarakat dan aparat penegak hukum.
Mendapat informasi kejadian itu, jajaran Polres Labuhanbatu langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara sekaligus memastikan situasi keamanan tetap terkendali. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit dan, atas permintaan keluarga, dirujuk ke RSUD Rantauprapat guna menjalani autopsi sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab pasti kematian.
Baca Juga: Mengenal Diabetes Tipe 5, Penyakit yang Menyerang Tubuh Kurus dan Kerap Terjadi di Negara Berkembang
Sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan perkara, AKBP Wahyu Endrajaya didampingi Wakapolres Kompol PS Simbolon hadir langsung di kamar jenazah RSUD Rantauprapat, Rabu (17/6/2026), untuk memastikan seluruh proses autopsi berjalan sesuai prosedur.
Di tengah suasana duka, Kapolres juga menyampaikan dukungan moril kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum berkomitmen mengusut kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Menurut Wahyu, proses penyelidikan dan penyidikan saat ini dilakukan secara terpadu bersama Polres Labuhanbatu dan Subdenpom I/1-2 Rantauprapat guna mengumpulkan fakta-fakta serta keterangan yang diperlukan dalam mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, cepat, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kapolres juga memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi kejadian tetap kondusif. Aparat keamanan terus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya gangguan yang dapat menghambat proses hukum maupun aktivitas masyarakat.
Usai pelaksanaan autopsi, Kapolres bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Labuhanbatu Utara menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus simbol kehadiran negara dalam memberikan perhatian kepada warganya yang sedang berduka.
Baca Juga: PHK Turun Hampir 50 Persen, Tapi Ancaman Gelombang Baru Masih Mengintai
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus, Ketua DPRD Labuhanbatu Utara Rimbah Bertuah Sitorus, Kasdim 0209/LB Mayor Inf SH Tanjung, Danramil 01/AK Mayor Inf P. Sinaga, Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citrayani Br. Barus, para pejabat utama Polres Labuhanbatu, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Kehadiran unsur Forkopimda dan aparat keamanan di tengah proses penanganan kasus ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, memperkuat kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus menjadi dukungan moril bagi keluarga korban yang tengah menghadapi masa-masa sulit.
Sementara itu, aparat penegak hukum masih terus mendalami berbagai keterangan dan alat bukti guna memastikan seluruh fakta terungkap secara utuh serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan