LABUSEL, Sumutpos.jawapos.com – Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Kesadaran masyarakat juga perlu dibentuk melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan. Semangat itulah yang terus digaungkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Labuhanbatu Selatan melalui program “Polantas Menyapa”.
Melalui program tersebut, personel Satlantas turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pengguna jalan. Kegiatan terbaru dilaksanakan di Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu (17/6/2026), dengan menyasar para pengemudi angkutan yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.
Kegiatan dipimpin Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan, Aipda Aidil Syah Putra, SH. Dalam suasana yang santai dan komunikatif, para pengemudi diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah utama dalam menjaga keselamatan di jalan.
Petugas mengingatkan agar pengemudi selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, menghindari perilaku ugal-ugalan, serta menjaga kewaspadaan terhadap kondisi jalan dan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melengkapi dokumen kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta memastikan penggunaan helm berstandar nasional Indonesia (SNI) saat mengendarai sepeda motor.
Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si melalui Kasat Lantas AKP Yustina, SH, MH, mengatakan bahwa program Polantas Menyapa merupakan bagian dari strategi Polri dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan persuasif.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus dipahami sebagai kebutuhan bersama, bukan semata-mata karena adanya sanksi atau penindakan hukum.
“Kami ingin membangun pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari pelanggaran, tetapi juga untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan,” ujar AKP Yustina, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Polrestabes Bongkar Home Industri Pod Getar Mengandung Narkoba di Sunggal, Tiga Pelaku Ditangkap
Ia menjelaskan, banyak kecelakaan lalu lintas yang berawal dari pelanggaran sederhana yang sering dianggap sepele. Tidak menggunakan helm, tidak membawa dokumen kendaraan, hingga mengemudi dengan kecepatan tinggi menjadi faktor yang kerap memicu terjadinya kecelakaan di jalan raya.
Karena itu, pendekatan edukatif dinilai penting agar masyarakat memahami risiko dari setiap pelanggaran yang dilakukan.
Melalui dialog langsung seperti yang dilakukan dalam program Polantas Menyapa, pesan-pesan keselamatan diharapkan dapat diterima dengan lebih baik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para pengemudi yang hadir. Mereka menyambut baik kehadiran personel Satlantas yang tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi secara langsung mengenai pentingnya keselamatan berkendara.(mag-5/han)
Editor : Johan Panjaitan