Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Edukasi Literasi Keuangan Perempuan, Pemko Tebing Tinggi Perkuat Fondasi Ekonomi Keluarga

Johan Panjaitan • Rabu, 24 Juni 2026 | 07:30 WIB
Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, didampingi narasumber dari OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, berfoto bersama para peserta usai pembukaan kegiatan Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Kaum Perempuan di Aula Balai Kota Tebing Tinggi, (23/6/2026). (Azan Purba / Sumut Pos)
Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, didampingi narasumber dari OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, berfoto bersama para peserta usai pembukaan kegiatan Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Kaum Perempuan di Aula Balai Kota Tebing Tinggi, (23/6/2026). (Azan Purba / Sumut Pos)

 

TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Upaya memperkuat ekonomi keluarga tidak hanya dilakukan melalui program bantuan atau peningkatan pendapatan, tetapi juga dengan membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak. Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Kota Tebing Tinggi menggelar Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Perempuan di Aula Lantai IV Balai Kota Tebing Tinggi, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kapasitas perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga. Di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat, kemampuan memahami produk dan layanan keuangan dinilai menjadi kebutuhan penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan terhindar dari berbagai risiko.

Mewakili Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih, Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Karena itu, peningkatan literasi keuangan bagi perempuan menjadi investasi penting dalam membangun kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.

Baca Juga: Tidak hanya Nikmat, Air Kelapa Muda Kaya Manfaat: Ini Penjelasannya

Menurutnya, pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu motor utama pergerakan ekonomi di Kota Tebing Tinggi, sehingga kualitas pengelolaan keuangan masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan.

"Literasi keuangan bukan sekadar menabung atau meminjam uang, tetapi bagaimana mengelola keuangan dengan bijak, memahami risiko, serta memanfaatkan peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan," ujar Erwin.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan waspada terhadap berbagai tawaran investasi maupun pinjaman yang tidak memiliki legalitas jelas. Maraknya investasi bodong dan pinjaman online ilegal menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

Karena itu, kehadiran narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) diharapkan mampu memberikan wawasan yang komprehensif mengenai berbagai produk keuangan, manfaat yang ditawarkan, serta risiko yang harus dipahami sebelum mengambil keputusan.

Selain meningkatkan pemahaman finansial, kegiatan ini juga mendorong perempuan untuk memanfaatkan akses pembiayaan formal dalam mengembangkan usaha produktif. Berbagai sektor seperti UMKM, usaha rumahan, hingga industri kerajinan dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga apabila dikelola secara profesional dan didukung akses permodalan yang memadai.

Baca Juga: Emak-Emak Dukung MBG di Monas, Ramai Soal Uang Saku Rp100 Ribu dan Wajan Baru

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Tebing Tinggi, Safaruddin, menjelaskan bahwa program edukasi tersebut merupakan bagian dari agenda pembangunan daerah yang sejalan dengan kebijakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Program ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, legal, dan produktif, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut secara optimal.

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai organisasi perempuan, di antaranya TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Himpunan Pengusaha Muslimah Indonesia (HPMI), serta sejumlah organisasi perempuan lainnya.

Materi edukasi disampaikan oleh perwakilan OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Dalam paparannya, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Reza Leonard, menyoroti meningkatnya berbagai modus kejahatan keuangan digital yang menyasar masyarakat.

Ia mengingatkan peserta agar tidak mudah tergiur janji keuntungan besar tanpa memahami risiko investasi yang ditawarkan. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap produk keuangan menjadi benteng utama untuk melindungi masyarakat dari praktik penipuan yang semakin beragam.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tebing Tinggi berharap perempuan tidak hanya menjadi pengelola keuangan keluarga yang cermat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi produktif yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi Husin, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Syaiful Fahri, Kepala Bagian Kesra Azanul Akbar Lubis, Camat Padang Hulu Nanda Aulia Yusuf Purba, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah. (mag-3/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ekonomi keluarga #Fondasi #literasi keuangan #Pemko Tebingtinggi #edukasi