DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Setelah sempat mengalami pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, Kabupaten Dairi akhirnya kembali menerima tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp120 miliar untuk Tahun Anggaran 2026. Tambahan anggaran tersebut menjadi angin segar bagi Pemerintah Kabupaten Dairi dalam mempercepat berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang sebelumnya terdampak kebijakan efisiensi fiskal.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Dairi, Rahmat Syah Munthe, menjelaskan bahwa dana yang sebelumnya dipotong kini telah dikembalikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.
“Tambahan dana TKD tersebut sudah kembali dialokasikan kepada Kabupaten Dairi untuk mendukung berbagai program prioritas daerah,” ujar Rahmat Syah, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan dana tambahan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ yang mengarahkan pemerintah daerah untuk memfokuskan anggaran pada sejumlah sektor strategis.
Di antaranya adalah kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, penghijauan dan perbaikan lingkungan, pengendalian inflasi daerah, pemulihan ekonomi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, dana tambahan Rp120 miliar dialokasikan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.
Sebagian anggaran juga diperuntukkan bagi penyesuaian tambahan Alokasi Dana Desa (ADD) dan kebutuhan pendukung di lingkungan Sekretariat Daerah.
Sebelumnya, Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pembangunan daerah, khususnya pada sektor yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama yang akan segera direalisasikan setelah proses administrasi dan penganggaran di masing-masing OPD selesai dilakukan.
Baca Juga: Patroli Gabungan di Jalur Rawan untuk Perang Melawan Narkoba
“Kembalinya dana ini tentu menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan. Salah satu fokus utama kami adalah perbaikan infrastruktur jalan yang kondisinya sudah sangat membutuhkan penanganan,” ujar Vickner dalam kesempatan sebelumnya.
Ia mengungkapkan, terdapat ratusan titik ruas jalan di berbagai wilayah Kabupaten Dairi yang telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan pada tahun ini. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemkab Dairi menargetkan pekerjaan fisik mulai berjalan pada Agustus 2026 setelah seluruh tahapan administrasi, perencanaan, dan proses teknis di masing-masing perangkat daerah rampung.
Dengan tambahan dana TKD tersebut, pemerintah daerah berharap berbagai program pembangunan yang sempat tertunda dapat segera direalisasikan, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan publik, ketahanan daerah terhadap bencana, serta percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan