DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Perjalanan panjang Wahlin Munthe SH MM di dunia pelayanan air minum akhirnya mengantarkannya ke puncak kepemimpinan organisasi perusahaan air minum di Sumatera Utara. Setelah 26 tahun mengabdi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi, ia dipercaya memimpin Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sumatera Utara periode 2026-2030.
Direktur Perumda Air Minum Lae Nciho tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Perpamsi Daerah Luar Biasa (Mapamdalub) yang berlangsung di Medan, 19 Juni 2026 lalu.
Kepercayaan itu bukan datang secara instan. Sebelum menduduki kursi ketua, Wahlin telah aktif selama dua periode dalam kepengurusan Perpamsi Sumut, masing-masing sebagai Wakil Ketua dan Sekretaris. Ia menggantikan ketua sebelumnya, Salman Sihotang, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Baca Juga: Manfaat Air Rendaman Nanas Tak Kalah dengan Jus atau Dimakan Langsung
“Untuk menjadi Ketua Perpamsi, salah satu syarat utamanya adalah menjabat sebagai direktur perusahaan air minum. Saya sebelumnya dipercaya sebagai Sekretaris Perpamsi Sumut,” ujar Wahlin saat ditemui di kantornya, Rabu (24/6/2026).
Jabatan Sekretaris Perpamsi Sumut kini diemban oleh Ikrimah Hamidy ST MSi.
Berangkat dari Pencatat Meter
Karier Wahlin di Perumda Air Minum Lae Nciho menjadi bukti bahwa kepemimpinan lahir dari pengalaman dan proses panjang. Ia memulai pengabdiannya dari posisi paling dasar sebagai staf teknik pencatat meter pelanggan.
Setelah sekitar tiga tahun menjalankan tugas tersebut, Wahlin dipercaya bergabung di Satuan Pengawas Internal. Kariernya terus menanjak hingga pada 2006 diangkat menjadi Direktur Umum ketika regulasi masih memungkinkan perusahaan air minum daerah dipimpin oleh tiga direktur.
Posisi itu dijalaninya hingga 2013. Ketika aturan berubah dan struktur kepemimpinan Perumda Air Minum hanya dipimpin satu direktur, Wahlin kembali bertugas sebagai Kepala Bagian Hubungan Langganan.
Baca Juga: Petani dan Nelayan Disebut Pahlawan Pangan, AYP Apresiasi Dukungan Prabowo
Namun pengalaman dan dedikasinya membuat kepercayaan kembali datang. Pada Juni 2017 ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Perumda Air Minum Lae Nciho. Delapan bulan kemudian, tepatnya Februari 2018, Bupati Dairi saat itu, KRA Jonny Sitohang, menetapkannya sebagai Direktur Definitif hingga sekarang.
Fokus Menyehatkan Seluruh Anggota
Di bawah kepemimpinannya, Perpamsi Sumut diharapkan semakin berperan dalam memperkuat tata kelola perusahaan air minum daerah di Sumatera Utara.
Saat ini, Perumda Air Minum Lae Nciho Dairi sendiri berada di peringkat keempat dari 22 anggota Perpamsi Sumut dengan kategori kinerja sehat.
Menurut Wahlin, salah satu agenda utama kepengurusannya adalah meningkatkan kualitas dan kesehatan seluruh anggota Perpamsi, terutama perusahaan daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan operasional dan manajerial.
“Kita ingin seluruh anggota Perpamsi Sumut memiliki kinerja yang sehat. Masih ada beberapa Perumda yang perlu didorong agar lebih baik, baik dari sisi manajemen maupun pelayanan,” katanya.
Ia menilai Perpamsi harus menjadi wadah kolaborasi yang mampu mempercepat pembangunan sektor air minum melalui kemitraan dengan pemerintah maupun swasta.
Selain itu, organisasi tersebut juga diharapkan menjadi pusat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarperusahaan air minum.
Baca Juga: Bupati Labusel Terima Dirut Bank Sumut, Dorong CSR untuk Perkuat UMKM dan Pembangunan Daerah
Wahlin mencontohkan Perumda Tirtanadi sebagai perusahaan air minum terbesar di Sumatera Utara yang memiliki banyak pengalaman dalam pengelolaan sistem penyediaan air bersih.
“Perusahaan yang lebih kecil harus mendapat kesempatan belajar dari yang lebih maju, baik dalam bidang manajemen, teknis, maupun operasional instalasi pengolahan air,” ujarnya.
Mitra Strategis Saat Bencana
Tak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas anggota, Wahlin juga ingin Perpamsi hadir sebagai mitra cepat tanggap ketika perusahaan air minum daerah menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
Menurutnya, pengalaman penanganan bencana di sejumlah daerah, termasuk Kota Sibolga, menunjukkan pentingnya solidaritas dan dukungan antarlembaga dalam memulihkan infrastruktur pelayanan air bersih.
“Perpamsi harus menjadi organisasi yang cepat bergerak membantu anggota ketika terjadi bencana. Kita ingin pelayanan kepada masyarakat bisa segera pulih,” tegasnya.
Di sisi lain, Perpamsi juga diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan air minum daerah dan pemerintah, khususnya terkait aspek regulasi, tata kelola, hak, dan kewajiban perusahaan.
Menutup pernyataannya, Wahlin yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dairi berharap seluruh kepala daerah memberikan dukungan penuh terhadap Perumda Air Minum di wilayah masing-masing.
“Dukungan pemerintah daerah sangat penting agar perusahaan air minum mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal,” pungkasnya.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan