STABAT, Sumutpos.jawapos.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam menangani bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya pada akhir 2025 mendapat apresiasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian piagam penghargaan kepada Bupati Langkat, Syah Afandin, yang diterima pada Rabu (24/6/2026).
Piagam penghargaan bernomor PP251/OPS.02.04/V/BSN-2026 itu diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan, Hery Marantika, sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif Pemerintah Kabupaten Langkat dalam penanganan bencana yang terjadi di daerah tersebut.
Penghargaan tersebut menjadi catatan penting atas respons cepat pemerintah daerah saat banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat pada penghujung tahun lalu. Bencana tersebut menyebabkan ribuan warga mengungsi, merusak rumah dan fasilitas umum, serta menimbulkan korban jiwa.
Dalam situasi darurat tersebut, Pemkab Langkat bersama berbagai unsur terkait bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak, menyalurkan bantuan kemanusiaan, membuka posko pelayanan, hingga melaksanakan program pemulihan pascabencana yang masih berjalan hingga saat ini.
Baca Juga: 26 Tahun Mengabdi, Wahlin Munthe Kini Pimpin Perpamsi Sumut 2026-2030
Bupati Langkat Syah Afandin, yang akrab disapa Ondim, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas penghargaan yang diberikan Basarnas.
“Tolong sampaikan salam dan terima kasih saya kepada Kepala Basarnas atas penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” ujar Ondim.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu korban terdampak.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Ketika bencana terjadi, seluruh elemen bergerak dalam satu tujuan, yaitu menyelamatkan masyarakat dan mempercepat proses pemulihan,” katanya.
Dukung Pembangunan Balai Diklat Basarnas
Pada kesempatan itu, Ondim juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Basarnas membangun Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Kabupaten Langkat.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Langkat telah menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut.
“Jika Balai Diklat Basarnas dibangun di Langkat, tentu akan sangat membantu dan memberikan manfaat besar bagi daerah ini,” ujarnya.
Baca Juga: Manfaat Air Rendaman Nanas Tak Kalah dengan Jus atau Dimakan Langsung
Menurut Ondim, kehadiran Balai Diklat Basarnas akan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana sekaligus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia dalam penanganan keadaan darurat.
Lebih jauh, ia menilai pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan pencarian dan pertolongan, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kebencanaan yang lebih tangguh, modern, dan responsif.
Langkat Dinilai Strategis
Sementara itu, Kepala Basarnas Medan, Hery Marantika, menegaskan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan sinergi yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Langkat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
“Penghargaan ini diberikan atas kerja keras dan kolaborasi yang terbangun selama penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu,” ujar Hery.
Ia juga mengungkapkan alasan di balik rencana pembangunan Balai Diklat Basarnas di Langkat. Menurutnya, Kabupaten Langkat memiliki posisi strategis sekaligus rekam jejak panjang dalam menghadapi berbagai bencana alam.
Baca Juga: Petani dan Nelayan Disebut Pahlawan Pangan, AYP Apresiasi Dukungan Prabowo
Mulai dari tragedi banjir bandang Bahorok pada 2003 hingga banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Langkat pada 2025, daerah ini dinilai memiliki pengalaman penting yang dapat menjadi dasar penguatan kapasitas kebencanaan di Sumatera Utara.
“Berdasarkan pengalaman bencana yang pernah terjadi di Bahorok tahun 2003 dan banjir besar di Langkat tahun 2025, Basarnas berencana membangun Balai Diklat di Kabupaten Langkat. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanganan bencana di Sumatera Utara,” jelasnya.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan