Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Didemo Warga, Bupati Deliserdang Dievakuasi dengan Mobil Polisi

Johan Panjaitan • Kamis, 25 Juni 2026 | 21:10 WIB
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana sempat berdialog dengan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan sebelum keluar menumpang mobil Polresta Deliserdang. (Batara/Sumut Pos)
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana sempat berdialog dengan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan sebelum keluar menumpang mobil Polresta Deliserdang. (Batara/Sumut Pos)

 

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com– Pelantikan Kepala Desa Perguroan, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, Kamis (25/6), diwarnai gelombang protes warga yang menuntut pembatalan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Aksi yang berlangsung sejak pagi itu bahkan berujung pada pengamanan khusus terhadap Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, yang dievakuasi menggunakan kendaraan Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Deliserdang usai acara pelantikan.

Ratusan warga yang datang dari Kecamatan Bangun Purba menilai proses Pilkades Perguroan sarat kejanggalan dan dugaan ketidaknetralan aparatur pemerintah. Mereka menuntut agar pelantikan kepala desa terpilih, Anton Sembiring, dibatalkan sampai seluruh dugaan pelanggaran dituntaskan.

Aksi massa dimulai dari Kantor Bupati Deliserdang, berlanjut ke Gedung DPRD Deliserdang, sebelum akhirnya terpusat di Graha Bhineka Perkasa Jaya, lokasi pelantikan kepala desa terpilih.

Di bawah terik matahari, para demonstran bergantian menyampaikan orasi. Teriakan meminta pelantikan dihentikan terus menggema. Massa juga berupaya menemui langsung Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Baca Juga: Sarwendah Minta Ketemu dengan Ruben Onsu pada 11 Juli

Namun upaya tersebut terhalang barikade aparat gabungan dari Polresta Deliserdang dan Satpol PP. Ketegangan sempat meningkat ketika sebagian massa mencoba menerobos masuk ke area gedung pelantikan sehingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan.

Kemarahan warga berakar pada keyakinan mereka bahwa kemenangan Anton Sembiring tidak berlangsung secara fair. Mereka menuding adanya keterlibatan oknum camat yang dianggap tidak netral dan berpihak kepada salah satu kandidat.

Massa dari Kecamatan Bangun Purba terlibat aksi dorong dengan petugas di halaman depan Grha Bhineka Perkasa Jaya, Kamis (25/6). (Batara/Sumut Pos)
Massa dari Kecamatan Bangun Purba terlibat aksi dorong dengan petugas di halaman depan Grha Bhineka Perkasa Jaya, Kamis (25/6). (Batara/Sumut Pos)

 

“Bupati Aci, di mana kau? Jangan jadi penghianat. Kami minta keadilan. Jangan dulu dilantik Anton Sembiring itu,” teriak salah seorang peserta aksi.

Situasi semakin sensitif setelah prosesi pelantikan tetap berlangsung. Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan, jajaran kepolisian melakukan pengamanan ketat terhadap Bupati Asri Ludin Tambunan.

Usai berdiskusi dengan Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, Bupati kemudian meninggalkan lokasi menggunakan mobil operasional URC Polresta Deliserdang yang berkaca gelap. Kendaraan tersebut dikawal personel Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Deliserdang.

Langkah itu membuat massa tidak menyadari bahwa orang nomor satu di Deliserdang tersebut telah lebih dulu meninggalkan lokasi. Sementara kendaraan dinas yang biasa digunakan Bupati masih terlihat terparkir di sekitar gedung.

Baca Juga: Rico Waas Apresiasi Langkah Berani PUD Pasar Medan Bertransformasi

Koordinator aksi, Alwan Sembiring, menegaskan kedatangan mereka bukan untuk membuat kericuhan, melainkan menuntut keadilan atas dugaan pelanggaran yang terjadi selama proses Pilkades.

Menurutnya, warga memiliki bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan oknum Camat Bangun Purba dalam memenangkan salah satu calon kepala desa.

“Tolong dengarkan kami, Pak Bupati. Kami datang meminta keadilan. Batalkan pelantikan Kepala Desa Perguroan atas nama Anton Sembiring karena banyak terjadi kecurangan. Kami tidak asal bicara, kami memiliki bukti rekaman yang menunjukkan adanya keberpihakan oknum camat,” tegas Alwan.

Nada kekecewaan yang sama juga disampaikan Jaki Saragih. Ia mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai lamban merespons persoalan tersebut.

“Kami adalah pendukung Bapak saat Pilkada. Kami tidak meminta apa-apa selain keadilan. Mengapa aspirasi kami tidak didengar?” ujarnya.

Jaki juga mempertanyakan keputusan pemerintah yang memindahkan oknum camat yang dipersoalkan warga ke kecamatan lain, alih-alih memberikan sanksi tegas apabila memang terbukti melanggar prinsip netralitas aparatur sipil negara.

Menurut warga, persoalan ini bermula dari dugaan keterlibatan Camat Bangun Purba saat itu, Boby Arianto, dalam proses Pilkades Perguroan. Nama Boby sempat menjadi sorotan dan bahkan dinonaktifkan sementara setelah muncul protes masyarakat terkait dugaan keberpihakannya kepada salah satu calon.

Meski demikian, warga menilai persoalan tersebut belum pernah dijelaskan secara tuntas kepada publik.

Di tengah memanasnya suasana, Wakapolresta Deliserdang AKBP Juliani Prihartini turun langsung memberikan imbauan kepada para demonstran agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai.

Baca Juga: Rugikan Perusahaan Rp123,2 Miliar, Eks Asisten Manager PT TSI Divonis 5,5 Tahun Penjara Kasus Pemalsuan 54 Cek

“Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban. Sampaikan aspirasi dengan santun,” ujarnya.

Setelah beberapa saat mendengarkan imbauan tersebut, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Tak lama berselang, kendaraan dinas yang digunakan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang juga terlihat meninggalkan kawasan Graha Bhineka Perkasa Jaya.

Meski aksi berakhir tanpa insiden besar, gelombang protes warga Bangun Purba menunjukkan bahwa polemik Pilkades Perguroan belum benar-benar usai. Tuntutan mereka sederhana namun tegas: transparansi, keadilan, dan kepastian bahwa proses demokrasi di tingkat desa berjalan tanpa intervensi maupun keberpihakan aparat pemerintah.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pilkades #kades perguroan #demo #bupati deli serdang #pelantikan