Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Lima Hari Hilang di Sungai Bilah, Basarnas Tanjung Balai Turun Tangan Perkuat Pencarian

Johan Panjaitan • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB
Upaya tim Basarnas Tanjung Balai dan BPBD Labuhanbatu mencari korban yang dikabarkan tenggelam di sungai Bilah (fajar)
Upaya tim Basarnas Tanjung Balai dan BPBD Labuhanbatu mencari korban yang dikabarkan tenggelam di sungai Bilah (fajar)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com – Harapan keluarga untuk menemukan Habib Zuhri Sagala (25) belum juga terjawab. Memasuki hari kelima sejak dilaporkan tenggelam di Sungai Bilah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos Tanjung Balai akhirnya menerjunkan tim khusus guna memperkuat proses pencarian korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Empat personel Basarnas dilengkapi satu unit perahu karet bermesin tiba di lokasi pada Jumat (26/6/2026) untuk bergabung dengan tim gabungan yang sebelumnya telah melakukan pencarian sejak korban dilaporkan tenggelam pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban diketahui bernama Habib Zuhri Sagala (25), warga Lingkungan Pekan Lama, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Selain Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu juga mengerahkan personel beserta satu unit perahu karet bermesin. Upaya pencarian turut dibantu puluhan relawan dan warga setempat menggunakan dua perahu bermotor.

Baca Juga: Kajari Deliserdang Pimpin Sertijab Kasi Pidsus, Tekankan Integritas dan Percepatan Penanganan Korupsi

Tim gabungan menyisir aliran Sungai Bilah dengan metode mengombak permukaan air menggunakan perahu bermesin. Teknik tersebut dilakukan untuk menciptakan riak air yang diharapkan dapat membantu jasad korban terangkat ke permukaan.

"Kami menggunakan perahu karet bermesin berkekuatan 40 PK untuk mendukung proses pencarian," ujar Kepala Regu Basarnas Tanjung Balai, Rizki.

Di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi tenggelamnya korban, warga juga turun langsung berenang dan menyelam. Namun, upaya pencarian di dasar sungai menghadapi tantangan berat akibat kondisi air yang keruh dan arus yang cukup deras.

"Jarak pandang di dalam air sangat terbatas sehingga penyelaman menjadi tidak maksimal," jelas Rizki.

Baca Juga: Universitas Murni Teguh Resmikan Fakultas Kedokteran, Targetkan Lahirkan Dokter Berstandar Internasional dan Berempati

Pencarian di lapangan dipimpin Kepala Kelurahan Rantauprapat, Ahmad Zaelani Nasution. Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali tenggelam di belakang rumah keluarganya.

Korban sempat hanyut sekitar 100 meter ke hilir dan masih terlihat berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, ia sempat meminta pertolongan kepada seorang warga yang sedang memancing di tepi sungai.

Namun nahas, sebelum bantuan dapat diberikan, korban kembali terseret arus dan menghilang di bawah permukaan air.

"Ada warga yang sempat melihat dan korban juga sempat meminta tolong. Namun, korban tidak berhasil diselamatkan," kata Ahmad Zaelani.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#basarnas #tenggelam #sungai bilah #pencarian