Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dihadiri Ketua DPRD Labura, Haul ke-90 Tuan Guru Air Hitam Jadi Momentum Meneladani Jejak Perjuangan Ulama

Johan Panjaitan • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:58 WIB
 Dihadiri Ketua DPRD Labura, Haul ke-90 Tuan Guru Air Hitam berjalan hidmat.(Asri Tarigan/Sumut Pos )
Dihadiri Ketua DPRD Labura, Haul ke-90 Tuan Guru Air Hitam berjalan hidmat.(Asri Tarigan/Sumut Pos )

 

LABUHANBATU UTARA, Sumutpos.jawapos.com – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sabtu (27/6/2026), untuk mengikuti Haul ke-90 Tuan Guru Air Hitam. Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjelma sebagai ruang kolektif untuk mengenang sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan ulama dalam membangun kehidupan umat.

Di tengah khidmatnya suasana, Pimpinan Pondok Pesantren Islamiyah Gunting Saga, Drs. H. Hasan Maksum Tanjung, M.A., menegaskan bahwa haul merupakan pengingat penting agar masyarakat tidak memutus mata rantai keteladanan para ulama. Menurutnya, jasa Tuan Guru Air Hitam dalam menyebarkan syiar Islam telah meninggalkan warisan yang terus hidup dan patut dijaga lintas generasi.

"Haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah wafat. Ini adalah momentum memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus meneladani keikhlasan, kesabaran, dan semangat dakwah yang diwariskan para ulama," ujar Hasan Maksum.

Baca Juga: Final AVC Men's Cup 2026, Saatnya Indonesia Balas Korea Selatan

Ia menilai, di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan zaman, generasi muda membutuhkan figur-figur teladan yang mampu menjadi kompas moral. Karena itu, tradisi haul memiliki makna strategis sebagai media untuk menanamkan kecintaan terhadap ilmu agama, penghormatan kepada ulama, serta komitmen mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Hasan Maksum juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, agar tidak hanya mengenang perjuangan ulama dalam bentuk seremoni, tetapi menerjemahkan nilai-nilai perjuangan tersebut melalui akhlak, semangat menuntut ilmu, dan kepedulian terhadap sesama.

"Warisan terbesar para ulama bukan hanya bangunan atau peninggalan sejarah, melainkan ilmu, akhlak, dan keteladanan yang harus terus dirawat serta diteruskan," katanya.

Peringatan Haul ke-90 Tuan Guru Air Hitam turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara Rimba Bertuah Sitorus, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, para santri, serta ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menjadi cerminan besarnya penghormatan masyarakat terhadap sosok ulama yang telah meletakkan fondasi dakwah Islam di kawasan pesisir Labuhanbatu Utara.

Baca Juga: Indonesia Melaju ke Final AVC Men's Cup 2026

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan zikir dan doa bersama, tausiah keagamaan, hingga silaturahmi antartokoh agama dan masyarakat. Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana khusyuk dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental, memperlihatkan bahwa nilai-nilai yang diwariskan Tuan Guru Air Hitam tetap hidup di tengah masyarakat.

Haul ke-90 ini pada akhirnya bukan hanya menjadi peringatan atas perjalanan waktu sejak wafatnya seorang ulama besar, melainkan penegasan bahwa perjuangan dakwah tidak pernah berhenti. Ia terus berlanjut melalui generasi yang menjaga ilmu, merawat persaudaraan, dan menjadikan keteladanan ulama sebagai pijakan dalam membangun kehidupan bermasyarakat. (mag-10/han)

Editor : Johan Panjaitan
#DPRD Labura #haul #tuan guru #jamaah