Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dandim 0209/Labuhanbatu Bantah Keterlibatan Personel Kodim dalam Video Viral Dugaan Pencurian 16 Ekor Lembu

Johan Panjaitan • Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB
Dandim 0209/ Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji. (int)
Dandim 0209/ Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji. (int)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com – Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membantah keras narasi yang beredar dalam video viral di media sosial yang menyebut adanya keterlibatan oknum prajurit TNI AD dalam pengambilan 16 ekor lembu milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Menurut Hanung, informasi yang menyebut personel Kodim 0209/Labuhanbatu terlibat dalam peristiwa tersebut tidak sesuai dengan fakta dan menyesatkan publik.

"Yang dikatakan oknum aparat, kami sampaikan itu salah. Apalagi disebut personel satu kompi membawa atau mencuri ternak. Itu bukan anggota Kodim. Informasi tersebut adalah hoaks," tegas Hanung kepada Sumut Pos, Minggu (28/6/2026).

Ia juga membantah tudingan yang menyebut Kodim melindungi salah satu pihak yang tengah bersengketa, yakni seorang warga berinisial MS dengan seorang pengusaha berinisial J.

"Saya tidak mengenal J, dan saya juga tidak mengenal Ibu MS. Mereka sedang berkonflik, dan persoalan itu bukan ranah kami," katanya.

Baca Juga: Bupati Labusel Salurkan ZIS BAZNAS kepada 40 Mustahik di Sungai Kanan, Dorong Penerima Naik Kelas Menjadi Muzaki

Meski demikian, Hanung mengakui pihaknya memperoleh informasi adanya dua orang yang melakukan pengamanan di lokasi jauh sebelum konflik mencuat. Namun, ia memastikan kedua orang tersebut bukan personel Kodim 0209/Labuhanbatu.

"Informasi yang kami terima, memang ada dua orang yang melakukan pengamanan di lokasi perkebunan. Tapi kami pastikan mereka bukan anggota Kodim. Saat ini kami masih menelusuri siapa mereka," ujarnya.

Bahkan, lanjut Hanung, berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak pengusaha berinisial J disebut telah mengakui bahwa orang-orang yang mengangkut ternak tersebut merupakan anggotanya sendiri.

"Saya dengar sudah diakui pihak J bahwa yang mengangkut ternak itu adalah anggotanya. Silakan dikonfirmasi langsung kepada pihak mereka," katanya.

Dandim menegaskan, apabila nantinya ditemukan adanya indikasi keterlibatan oknum anggota TNI, maka proses penelusuran akan dilakukan sesuai mekanisme hukum militer.

"Kalau memang ada anggota TNI yang terlibat, tentu akan kami telusuri. Saat ini Subdenpom juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.

Hanung juga meluruskan informasi mengenai benda yang disebut sebagai senjata api dalam video yang beredar. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, benda tersebut bukan senjata api.

"Saya sudah cek langsung ke lokasi. Itu bukan senjata api, melainkan alat untuk membius sapi. Siapa pemiliknya masih belum diketahui karena proses hukum di Polres Labuhanbatu masih berjalan," jelasnya.

Baca Juga: Lewati Jembatan Bambu, Warga Simalungun  Hanyut Terbawa Arus Sungai Bah Tongguran

Terkait dugaan keterlibatan personel dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Hanung memastikan tidak ada operasi maupun perintah dari Kodim dalam peristiwa tersebut.

"Ini bukan kegiatan OMSP. Dari informasi yang saya peroleh, keberadaan dua orang pengamanan itu lebih kepada upaya menjaga situasi yang saat itu mulai memanas. Sebelumnya juga polisi sudah turun melakukan langkah pencegahan. Namun seluruh persoalan ini masih berproses di Polres," katanya.

Ia kembali menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah kepada prajurit Kodim 0209/Labuhanbatu untuk terlibat dalam konflik tersebut.

"Saya tidak pernah memerintahkan personel turun ke lokasi dalam konteks persoalan ini. Saya mengetahui adanya konflik setelah perkara dilaporkan ke Polres dan video tersebut viral di media sosial. Personel Kodim di wilayah hanya Babinsa dengan jumlah yang sangat terbatas," ujarnya.

Menurut Hanung, Kodim terus berkoordinasi dengan Polres Labuhanbatu untuk memantau perkembangan kasus tersebut sekaligus memastikan informasi yang beredar di masyarakat tidak menyesatkan.

Baca Juga: Dinas BMBKCK Sumut Pastikan Jalan Veteran Labuhan Deli Ditangani, Perbaikan Menunggu Rampungnya DED

"Kami wajib meluruskan informasi yang menyebut satu kompi TNI keluar mencuri sapi. Itu tidak benar," tegasnya.

Hanung juga mengimbau seluruh pihak, termasuk media, agar mengedepankan informasi yang telah terverifikasi dan tidak membangun opini yang dapat memperkeruh suasana.

"Biarkan kedua belah pihak menyelesaikan persoalan ini melalui proses hukum di kepolisian. Jangan sampai masyarakat tergiring opini dari masing-masing pihak yang sedang bersengketa. Kami akan terus memonitor perkembangan kasus ini," pungkasnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya video viral yang menarasikan dugaan keterlibatan oknum TNI dalam pengambilan 16 ekor lembu di Dusun Pondri Labuhan Pinang, Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, yang terjadi pada 17 Mei 2026. Hingga saat ini, perkara tersebut masih dalam penanganan Polres Labuhanbatu.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pencurian #viral #video #Dandim 0209/Labuhanbatu #Bantah