Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ancaman Infiltrasi Digital Merusak Tatanan Sosial dalam Rumah

Johan Panjaitan • Senin, 29 Juni 2026 | 20:20 WIB
Bupati Labuhanbatu memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 (Fajar/Sumut Pos)
Bupati Labuhanbatu memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 (Fajar/Sumut Pos)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com– Ancaman terbesar yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini tak lagi semata persoalan ekonomi atau keamanan fisik. Di balik layar gawai yang setiap hari menemani aktivitas masyarakat, tersimpan ancaman yang perlahan menggerus fondasi keluarga: infiltrasi digital yang memicu renggangnya komunikasi, paparan radikalisme, hingga lunturnya nilai-nilai kebersamaan di dalam rumah.

Peringatan itu disampaikan Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, saat memimpin Upacara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu di Lapangan BKPP, Senin (29/6/2026).

"Kita menghadapi maraknya paparan radikalisme, hingga keretakan komunikasi antaranggota keluarga akibat kecanduan gawai. Ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maya membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji. Ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga kini menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Danamon Umumkan Pemenang Danamon Hadiah Beruntun 5.0, Perkuat Engagement Nasabah di 11 Region

Menurutnya, paradigma pembangunan kependudukan telah bergeser. Pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dalam keluarga.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan kesehatan modern, keluarga dinilai harus kembali menjadi ruang pertama dalam membentuk karakter, moral, serta ketahanan mental generasi muda.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama BKKBN kembali menggaungkan gerakan "Kembali ke Meja Makan, Berbicara dengan Anggota Keluarga" sebagai upaya menghidupkan kembali budaya komunikasi yang mulai terkikis oleh kehadiran teknologi.

Melalui gerakan tersebut, para orang tua diajak menyediakan waktu berkualitas bersama anak-anak, mendengarkan setiap cerita mereka, sekaligus menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengarkan cerita mereka, tanamkan nilai-nilai agama, moralitas, dan budi pekerti sejak dini. Keluarga harus menjadi benteng pertama dan utama," ujar Maya.

Baca Juga: Hakim Tolak Pembacaan BAP Baron, Sidang Korupsi Smartboard Langkat Soroti Peran Sosok Misterius

Ia menegaskan, keluarga yang harmonis tidak dibangun oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, dan kepedulian antarsesama anggota keluarga.

Menutup amanatnya, Bupati Maya kembali mengingatkan pentingnya perencanaan keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

"Berencana itu keren. Persiapkan pernikahan dengan matang, rencanakan kehamilan dengan sehat, dan asuhlah anak dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.

Melalui peringatan Harganas ke-33, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga semakin menguat. Sebab, keluarga yang tangguh bukan hanya menjadi benteng menghadapi berbagai ancaman sosial di era digital, tetapi juga menjadi pondasi utama dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#infiltrasi #fondasi keluarga #Maya Hasmita #digital