Tugu Raja Marsundung Simanjuntak Rampung Dibangun, Peresmian Digelar November 2026

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 09:00 WIB
Tugu Raja Marsundung Simanjuntak di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. (dok istimewa)
Tugu Raja Marsundung Simanjuntak di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. (dok istimewa)

 

PEMATANGSIANTAR, Sumutpos.jawapos.com– Pembangunan Tugu Raja Marsundung Simanjuntak di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, telah rampung. Sebagai ungkapan syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur, panitia menetapkan pesta peresmian tugu akan digelar selama dua hari, 20–21 November 2026.

Ketua Harian Panitia Pesta Peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak, Pardomuan Nauli Simanjuntak SH, mengatakan tugu tersebut dibangun bukan sekadar sebagai monumen, melainkan simbol penghormatan, identitas, dan kebanggaan seluruh keturunan Raja Marsundung Simanjuntak.

"Pembangunan tugu ini merupakan simbol eksistensi, kebanggaan, sekaligus bentuk penghormatan tertinggi dari seluruh keturunan Raja Marsundung Simanjuntak kepada leluhur yang telah mewariskan sejarah dan nilai-nilai kebersamaan," ujar Pardomuan, Selasa (21/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan didampingi Sekretaris Umum Daud Simanjuntak MM dan Bendahara Umum Mahadin Simanjuntak SE.

Menurut Pardomuan, peresmian tugu juga akan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan antarketurunan Raja Marsundung Simanjuntak yang selama ini tersebar di berbagai daerah, bahkan di luar negeri.

"Acara ini menjadi ruang perjumpaan, pembinaan, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan seluruh keturunan Raja Marsundung Simanjuntak," katanya.

Baca Juga: Dishub Sumut Perkuat Pengawasan Angkutan Barang, Pengusaha Diimbau Patuhi Aturan Muatan

Persiapan Dimaksimalkan

Meski pelaksanaan masih sekitar empat bulan lagi, panitia mulai mengintensifkan berbagai persiapan. Langkah tersebut dilakukan mengingat jumlah tamu yang diperkirakan hadir mencapai puluhan ribu orang.

Seluruh koordinator wilayah dan setiap seksi kepanitiaan diminta bekerja maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Selama dua hari pelaksanaan, berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari ibadah syukur, prosesi adat Batak, pertunjukan seni budaya, hingga hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat.

Bagi panitia, pesta peresmian ini tidak hanya menjadi seremoni atas berdirinya sebuah tugu, tetapi juga menjadi titik awal memperkuat ikatan kekeluargaan lintas generasi.

Baca Juga: Polisi Selidiki Titik Ledakan Grand Polonia, Dugaan Kebocoran Gas Mengarah ke Area Dapur

"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi fondasi untuk menjaga keharmonisan dan mempererat persaudaraan seluruh keturunan Raja Marsundung Simanjuntak. Ke depan, pesta budaya seperti ini direncanakan menjadi agenda tahunan," jelas Pardomuan.

Pesta Milik Seluruh Keturunan

Pardomuan menegaskan bahwa pesta peresmian tidak mewakili organisasi marga tertentu, melainkan menjadi milik seluruh keturunan Raja Marsundung Simanjuntak tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok.

Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar Raja Marsundung Simanjuntak untuk berpartisipasi dan bersama-sama menyukseskan pesta peresmian yang menjadi momentum bersejarah tersebut.

Ajakan itu juga sejalan dengan arahan Ketua Umum Panitia Jamres Simanjuntak, yang menginginkan peresmian tugu menjadi simbol persatuan sekaligus warisan budaya yang terus dijaga oleh generasi penerus.

Dengan rampungnya pembangunan tugu, panitia berharap peresmian pada November mendatang tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga memperkuat identitas, nilai kebersamaan, dan semangat persaudaraan seluruh keturunan Raja Marsundung Simanjuntak.(pra/han)

Editor : Johan Panjaitan
tugu raja marsundung simanjuntak rampung balige peresmian