PEMATANGSIANTAR, Sumutpos.jawapos.com – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menegaskan bahwa pemenuhan hak anak bukan sekadar kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, masa depan bangsa ditentukan oleh bagaimana anak-anak diperlakukan, dididik, dan dilindungi sejak hari ini.
Penegasan tersebut disampaikan Wesly saat membuka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Pematangsiantar, Jumat (24/7/2026).
Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", peringatan HAN menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Sebulan Beraksi, Polres Binjai Gulung 20 Tersangka Narkotika dari 16 Kasus
Dalam sambutannya, Wesly menekankan bahwa Hari Anak Nasional tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang wajib dipenuhi dan dilindungi.
"Momentum ini harus memperkuat komitmen kita untuk memenuhi hak-hak anak serta memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, maupun perlakuan salah lainnya," tegasnya.
Menurut Wesly, anak merupakan amanah sekaligus investasi paling berharga bagi masa depan bangsa. Karena itu, setiap anak berhak memperoleh kehidupan yang layak, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, lingkungan yang aman, ruang bermain, kesempatan berkreasi, hingga kebebasan menyampaikan pendapat.
"Anak merupakan amanah sekaligus investasi terbaik bagi bangsa. Mereka berhak hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan layanan kesehatan, menikmati lingkungan yang aman, bermain, berkreasi, serta menyampaikan pendapatnya," ujarnya.
Ia menambahkan, setiap anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai bakat dan potensi yang dimiliki tanpa diskriminasi.
Wesly juga mengajak para orang tua untuk memperkuat perannya sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak. Menurutnya, kasih sayang, perhatian, keteladanan, dan komunikasi yang terbuka menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, peran keluarga dinilai semakin strategis. Orang tua diharapkan mampu mendampingi anak menggunakan teknologi secara bijak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.
"Pendampingan orang tua sangat penting agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, terhindar dari pengaruh negatif, dan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, serta berakhlak mulia," katanya.
Kepada anak-anak yang hadir, Wesly berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, membangun persahabatan yang positif, serta menjauhi kekerasan, narkoba, dan berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga: Dalam Waktu Singkat, Polres Binjai Ungkap Pencurian Berulang di Kuil Sikh, Empat Orang Ditangkap
Ia juga mengingatkan anak-anak untuk tidak takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Pematangsiantar diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, di antaranya talk show "Bincang Seputar Anak" yang menghadirkan sejumlah narasumber, penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada perwakilan sekolah, pembacaan puisi oleh siswa UPTD SMP Negeri 2 Pematangsiantar, serta penyerahan suvenir kepada para narasumber.
Editor : Johan Panjaitan