BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) nelayan yang dilaporkan terjatuh ke laut (man overboard/MOB) di perairan Selat Malaka, sekitar Pulau Berhala, Kabupaten Serdang Bedagai, memasuki hari keempat. Hingga Senin (27/7/2026) sore, korban bernama Wanda Laks (30) belum berhasil ditemukan.
Tim SAR gabungan kembali mengintensifkan pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hanyutnya korban. Meski berbagai metode pencarian telah diterapkan, hasilnya masih nihil.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, menjelaskan operasi hari keempat difokuskan pada empat titik koordinat yang telah dipetakan. Untuk memaksimalkan pencarian, personel dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU I melakukan penyisiran menggunakan kapal nelayan, sementara SRU II mengoperasikan Kapal Polisi Air KP II-2025 milik Polairud Pagurawan. Kedua tim menerapkan metode Expanding Square Search dengan cakupan area pencarian sekitar 132 mil laut persegi.
Baca Juga: Ratusan Warga Dua Desa Demo Kantor Bupati Deliserdang, Desak Sanksi Tegas untuk Kepala Desa
"Pada pukul 15.00 WIB, Tim SAR juga berkoordinasi dengan Pos Satgas Marinir Pengamanan Pulau Berhala serta para nelayan di sekitar lokasi kejadian untuk memperoleh informasi terbaru mengenai keberadaan korban. Namun hingga koordinasi selesai dilakukan, hasil pencarian masih nihil," ujar Hendrico.
Setelah seluruh area yang menjadi prioritas selesai disisir, Kapal Polisi KP II-2025 kembali bergerak menuju Pos Airud Pagurawan karena dinilai tidak efektif bersandar di Dermaga Pulau Berhala.
"Sekitar pukul 17.00 WIB seluruh tim tiba di Dermaga KPLP Pagurawan dan operasi pencarian dihentikan sementara," katanya.
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Selasa (28/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan memperluas area pencarian berdasarkan analisis pergerakan arus laut.
"Hingga hari keempat, korban belum ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia," ungkap Hendrico.
Baca Juga: Sidang Korupsi Smartboard Langkat, Ahli Audit Sebut Kerugian Negara Rp29,5 Miliar
Operasi pencarian melibatkan sekitar 32 personel dari berbagai unsur, yakni Polairud Pagurawan, Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Asahan, Pos TNI AL Pagurawan, pemerintah setempat, serta keluarga korban.
Dalam operasi tersebut, tim didukung berbagai sarana, antara lain satu unit KP II-2025 Polairud, satu unit Rescue Car Double Cabin, satu kapal nelayan, perlengkapan water rescue, alat komunikasi, alat pelindung diri (APD), hingga kantong jenazah.
Meski pencarian dilakukan secara maksimal, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Arus laut yang cukup kuat dan berubah-ubah diduga memengaruhi pergerakan korban, ditambah luasnya wilayah pencarian di perairan Selat Malaka.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca selama operasi relatif mendukung dengan langit berawan, suhu sekitar 28 derajat Celsius, kelembapan 75 persen, tinggi gelombang sekitar 0,6 meter, arus laut berkisar 0,8–1,5 kilometer per jam mengarah ke barat laut, serta kecepatan angin 6–7 kilometer per jam dari arah barat hingga barat laut.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan