TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com– Aktivitas belajar di SMP Negeri 9 Tebingtinggi mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran melanda kompleks sekolah yang berada di Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Selasa (28/7/2026). Api yang diduga dipicu korsleting listrik menghanguskan satu ruang kelas dan satu gudang penyimpanan, sementara satu ruang kelas lainnya nyaris ikut dilalap si jago merah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, sesaat menjelang para siswa meninggalkan sekolah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden itu karena sebagian besar siswa telah bersiap pulang ketika api mulai berkobar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kobaran api pertama kali terlihat dari bangunan gudang yang berada di bagian belakang sekolah. Dalam waktu singkat, api membesar dan merembet ke ruang kelas IX yang berada di sampingnya.
Pihak sekolah sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 13.40 WIB, sehingga tidak meluas ke bangunan sekolah lainnya.
Selain petugas pemadam kebakaran, personel Polres Tebingtinggi bersama Tim Inafis turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Staf Tata Usaha SMP Negeri 9 Tebingtinggi, Dodi (45), mengatakan api pertama kali terlihat berasal dari gudang penyimpanan barang-barang sekolah yang sudah tidak terpakai.
"Kami sempat berusaha memadamkan api, tetapi kobarannya cepat membesar sehingga akhirnya menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi, MHD Denni Saragih, langsung turun ke lokasi bersama Kepala SMP Negeri 9 Tebingtinggi, Ramahdansyah Putra, untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik sekaligus melihat kondisi bangunan yang terdampak.
Denni mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 12.45 WIB. Berdasarkan informasi awal, dua ruangan mengalami kerusakan cukup parah, yakni satu ruang kelas dan satu gudang penyimpanan yang berada di sisi bangunan berbatasan dengan sekolah Al Washliyah.
"Untuk sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena saat kebakaran terjadi para siswa sudah bersiap untuk pulang," katanya.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, Denni menegaskan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik dari pihak kepolisian. Pendataan terhadap nilai kerugian material juga masih dilakukan.
Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Tebingtinggi menjelaskan laporan diterima sekitar pukul 12.30 WIB. Respons cepat dengan mengerahkan lima unit armada berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain, sehingga kerusakan dapat diminimalkan.
Penyelidikan penyebab kebakaran masih terus berlangsung, sementara pihak sekolah mulai melakukan inventarisasi fasilitas yang rusak sebagai dasar penanganan lanjutan. (mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan