Pencarian ABK Hilang di Selat Malaka Resmi Dihentikan, Keluarga Wanda Masih Menanti Keajaiban

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 22:15 WIB
Tim SAR gabungan bersama keluarga korban menyepakati penghentian operasi pencarian ABK pukat jaring pari yang hilang di perairan Selat Malaka, sekitar Pulau Berhala, Selasa (28/7/2026).  (Liberti H. Haloho/Sumut Pos)
Tim SAR gabungan bersama keluarga korban menyepakati penghentian operasi pencarian ABK pukat jaring pari yang hilang di perairan Selat Malaka, sekitar Pulau Berhala, Selasa (28/7/2026). (Liberti H. Haloho/Sumut Pos)

 

BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com – Operasi pencarian terhadap Wanda (30), anak buah kapal (ABK) pukat jaring pari asal Desa Pantai Burung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, resmi dihentikan setelah lima hari pencarian tidak membuahkan hasil.

Meski operasi SAR telah ditutup, harapan keluarga belum sepenuhnya padam. Mereka masih menanti keajaiban agar Wanda dapat ditemukan dan dipulangkan ke kampung halamannya.

Wanda dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melaut di perairan Selat Malaka, sekitar 10 mil dari Pulau Berhala. Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai upaya pencarian dengan menyisir lokasi kejadian menggunakan Kapal Patroli KP II-2025 milik Polairud Pagurawan.

Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, mengatakan pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar titik awal korban dilaporkan hilang, tetapi juga diperluas melalui koordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta sejumlah instansi terkait.

Baca Juga: Banggar DPRD Deliserdang Soroti SILPA Rp45,3 Miliar dan Penyertaan Modal Tirta Deli Rp100 Miliar, Dinilai Berpotensi Jadi Temuan BPK

Selain itu, seluruh kapal yang melintas di kawasan perairan tersebut turut diminta membantu melakukan pemantauan apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.

"Seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi juga telah diminta membantu melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban," ujar Hendrico, Selasa (28/7/2026).

Namun hingga hari kelima pencarian, tepatnya pukul 17.20 WIB, seluruh upaya belum membuahkan hasil. Setelah dilakukan evaluasi bersama keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh unsur SAR yang terlibat, operasi pencarian akhirnya disepakati untuk dihentikan.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan, operasi SAR dihentikan dan selanjutnya dilakukan pemantauan," katanya.

Kendati operasi resmi berakhir, Polairud Pagurawan memastikan pengawasan di wilayah perairan Selat Malaka tetap dilakukan. Aparat juga terus berkoordinasi dengan para nelayan yang beraktivitas di kawasan tersebut agar segera melapor apabila menemukan jasad atau petunjuk yang diduga berkaitan dengan korban.

"Apabila ada nelayan atau kapal yang menemukan jasad di perairan, kami berharap segera melaporkannya kepada petugas agar dapat dilakukan evakuasi dan identifikasi," tutur Hendrico.

Baca Juga: Pekerja THM BN Bersujud di Kantor Bupati Langkat, Minta Penyegelan Ditunda demi Selamatkan Mata Pencarian

Di tengah kepastian dihentikannya operasi pencarian, keluarga Wanda mulai berusaha menerima kenyataan pahit tersebut. Meski demikian, mereka mengaku belum kehilangan harapan.

Atan (45), salah seorang anggota keluarga, mengatakan satu-satunya harapan yang tersisa adalah agar Wanda dapat ditemukan sehingga bisa dibawa pulang dan dimakamkan secara layak.

"Kami hanya bisa pasrah. Harapan kami semoga Wanda tetap bisa ditemukan agar dapat dibawa pulang dan dimakamkan secara layak," ujarnya.

Berakhirnya operasi SAR menandai berakhirnya pencarian intensif di lapangan. Namun, bagi keluarga Wanda, penantian belum benar-benar usai. Mereka masih menggantungkan harapan pada setiap kabar yang datang dari para nelayan maupun kapal yang melintas di perairan Selat Malaka.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
kapal patroli sar hilang operasi abk