TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com– PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tebing Tinggi menunjukkan respons cepat dalam menangani gangguan kelistrikan yang terjadi pascakebakaran di SMP Negeri 9 Tebing Tinggi, Selasa (28/7/2026). Langkah sigap tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu memulihkan pasokan listrik dalam waktu singkat sekaligus memberikan informasi yang terbuka kepada pelanggan.
Gangguan bermula saat kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Demi menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran, PLN segera melakukan penghentian sementara aliran listrik di sekitar lokasi kejadian.
Setelah kondisi dinyatakan aman, pasokan listrik kembali dinyalakan. Namun, pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, sejumlah wilayah di Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Padang Hilir, hingga kawasan perbatasan seperti Kelurahan Sri Padang kembali mengalami gangguan akibat kerusakan pada jaringan distribusi.
Warga Datangi Kantor PLN
Padamnya listrik membuat sejumlah warga mencari kepastian mengenai penyebab gangguan. Salah satunya Rudi (43), warga Kelurahan Badak Bejuang, yang mendatangi Kantor PLN ULP Tebing Tinggi.
Menurut Rudi, petugas pelayanan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi yang terjadi sehingga masyarakat mengetahui proses penanganan yang sedang dilakukan.
Baca Juga: DLH Binjai Perkuat Pembinaan Pengelolaan Limbah Dapur MBG, Pastikan IPAL Sesuai Standar
Petugas PLN, Tomy, menjelaskan bahwa gangguan disebabkan oleh putusnya jaringan listrik di wilayah Kecamatan Padang Hilir. Tim teknis, kata dia, langsung diterjunkan ke lokasi dan menargetkan proses perbaikan selesai dalam waktu sekitar 30 menit.
Di lokasi perbaikan, tepatnya di kawasan Simpang Perumnas Bagelen, petugas PLN lainnya, Elman, membenarkan bahwa pekerjaan pemulihan jaringan sedang dilakukan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal.
Pelayanan Cepat Tuai Apresiasi
Respons cepat dan keterbukaan informasi dari petugas PLN mendapat apresiasi dari masyarakat. Rudi mengaku merasa lebih tenang setelah memperoleh penjelasan langsung mengenai penyebab gangguan sekaligus estimasi waktu penyelesaiannya.
Meski demikian, ia mengaku sempat khawatir karena teringat peristiwa blackout yang pernah terjadi di Sumatera Utara beberapa bulan sebelumnya.
Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, padamnya listrik juga berdampak pada usaha yang dijalankannya sehingga ia harus mengoperasikan genset sebagai sumber listrik cadangan.
"Saya sempat khawatir karena teringat peristiwa blackout beberapa bulan lalu. Usaha saya ikut terdampak, jadi harus memakai genset. Beli BBM juga cukup merepotkan karena ada aturan di SPBU," ujarnya.
Manager PLN Instruksikan Penanganan Cepat
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) ULP Tebing Tinggi, Martha Retniati, langsung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan masyarakat serta mempercepat proses perbaikan jaringan yang mengalami gangguan.
Koordinasi yang baik antara petugas pelayanan dan tim teknis di lapangan membuat proses penanganan berlangsung lebih efektif sehingga pasokan listrik dapat dipulihkan secepat mungkin.
Masyarakat berharap respons cepat seperti yang ditunjukkan PLN ULP Tebing Tinggi dapat terus dipertahankan sehingga setiap gangguan kelistrikan dapat ditangani secara profesional, cepat, dan memberikan rasa aman bagi pelanggan. (mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan