PADANG LAWAS UTARA, Sumutpos.jawapos.com – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kini tidak lagi hanya identik dengan penimbangan balita dan pelayanan kesehatan ibu-anak. Melalui kebijakan baru pemerintah, Posyandu bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) hingga ke tingkat desa.
Transformasi tersebut mulai diimplementasikan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melalui Gerakan Posyandu Aktif yang digelar di Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Ketua Posyandu Kabupaten Padang Lawas Utara Refina Reski Basyah Harahap, Asisten I Setdakab Lairar Rusdi Nasution, S.STP., MM, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Pendidikan, serta Camat Portibi Julpikar Harahap, MM.
Implementasi Regulasi Baru
Gerakan tersebut menjadi tindak lanjut implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 yang menetapkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD) dengan fungsi yang jauh lebih luas.
Dalam regulasi tersebut, Posyandu menjadi simpul pelayanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal yang meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), hingga pelayanan sosial.
Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses pelayanan dasar secara lebih mudah, terpadu, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Pada bidang kesehatan, Posyandu tetap memberikan layanan kesehatan dasar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Sementara sektor pendidikan diintegrasikan melalui layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bidang pekerjaan umum berfokus pada pemenuhan akses air bersih dan infrastruktur pendukung.
Selanjutnya, bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman diarahkan pada penanganan rumah tidak layak huni serta sanitasi, sedangkan Trantibumlinmas dijalankan melalui koordinasi bersama Satpol PP dan BPBD. Adapun bidang sosial difokuskan pada pendampingan kesejahteraan masyarakat bersama Dinas Sosial.
Pembangunan Harus Saling Terhubung
Dalam sambutannya, Camat Portibi Julpikar Harahap menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sektor lain yang saling berkaitan.
Ia menggambarkan bahwa kesehatan anak berawal dari terpenuhinya kebutuhan gizi, sementara gizi hanya dapat diwujudkan apabila keluarga memiliki kondisi ekonomi yang baik. Di sisi lain, kesejahteraan keluarga sangat dipengaruhi oleh hasil pertanian yang ditopang infrastruktur memadai.
"Anak yang sehat membutuhkan gizi. Gizi dihasilkan oleh keluarga yang sejahtera, dan keluarga yang sejahtera ditopang oleh panen yang melimpah. Panen yang melimpah tentu membutuhkan infrastruktur saluran irigasi dan jalan yang baik. Ini semua merupakan satu kesatuan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Julpikar juga mengapresiasi langkah cepat Bupati Padang Lawas Utara H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., yang dinilai sigap menangani kerusakan saluran irigasi akibat longsor.
Baca Juga: Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi Digital, Dorong Kepatuhan Mitra Pengemudi
Menurutnya, melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD, pemerintah daerah berhasil menyelesaikan perbaikan irigasi dalam waktu tiga hari sehingga sekitar 120 hektare lahan persawahan warga terhindar dari ancaman gagal panen.
Menjangkau Seluruh Siklus Kehidupan
Pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif di Desa Aek Haruaya juga menunjukkan perubahan paradigma pelayanan Posyandu. Layanan tidak lagi terbatas pada balita dan ibu hamil, tetapi menjangkau seluruh kelompok usia.
Beragam pelayanan diberikan, mulai dari pemeriksaan ibu hamil dan ibu menyusui, edukasi kesehatan bagi remaja, pelayanan kesehatan masyarakat usia produktif, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi lanjut usia.
Ketua Posyandu Kabupaten Padang Lawas Utara Ny. Refina Reski Basyah Harahap yang meninjau langsung kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu dan Tim Penggerak PKK di tingkat kecamatan maupun desa atas komitmen mereka mendukung transformasi pelayanan.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan seluruh layanan enam bidang SPM yang kini semakin dekat dan mudah diakses melalui Posyandu.
Melalui sinergi pemerintah daerah, perangkat desa, organisasi perangkat daerah, kader Posyandu, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara optimistis transformasi Posyandu akan menjadi fondasi penguatan pelayanan dasar di desa.
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, transformasi tersebut diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang sehat, produktif, serta menciptakan generasi Padang Lawas Utara yang tangguh, cerdas, dan sejahtera secara berkelanjutan. (mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan