BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Wardiono (40), pedagang bakso keliling yang menjadi korban tertimpa pohon tumbang di kawasan Lapangan Merdeka Binjai, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Jumat (31/7/2026), setelah mengalami luka berat pada bagian kaki.
Warga Jalan Gunung Karang, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan itu sebelumnya sempat menjalani penanganan intensif di RSUD Djoelham Binjai. Namun, karena kondisi cedera yang cukup parah, tim medis memutuskan merujuk pasien ke rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas penanganan lebih lengkap.
Korban diketahui mengalami luka serius pada kaki hingga nyaris putus, sehingga membutuhkan tindakan medis lanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Djoelham, drg. Doni Asrin, mengatakan sejak tiba di instalasi gawat darurat, pasien langsung mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
Baca Juga: KONI Sumut Terapkan Skema Pembiayaan 50:50 untuk Akomodasi dan Transportasi Atlet Porprovsu
"Setelah pasien tiba di rumah sakit, tim medis langsung melakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan, mengurangi rasa nyeri, dan selanjutnya melakukan observasi di ruang perawatan," ujar Doni.
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi tim medis, kondisi korban memerlukan penanganan yang tidak dapat dilakukan di RSUD Djoelham, sehingga diputuskan untuk merujuknya ke RSUP Haji Adam Malik Medan.
"Pasien kami tangani secara maksimal di IGD dan saya kawal sampai diberangkatkan ke RSUP Haji Adam Malik," tambahnya.
Baca Juga: Sidang Dugaan Korupsi Bantuan Bencana Samosir, Kuasa Hukum Nilai Keterangan Saksi Bantah Dakwaan JPU
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (30/7/2026) petang ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Binjai. Sebatang pohon berukuran besar di kawasan Taman Balita, sekitar Lapangan Merdeka, tiba-tiba tumbang dan menimpa Wardiono yang saat itu sedang berjualan bakso keliling.
Insiden itu juga mendorong Pemerintah Kota Binjai meningkatkan pengawasan terhadap pohon-pohon tua maupun yang dinilai rawan tumbang sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan