KARO, Sumutpos.jawapos.com – Aktivitas kegempaan Gunung Sinabung menunjukkan tren penurunan dalam dua hari terakhir. Meski menjadi sinyal positif, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk lengah. Pemerintah Kabupaten Karo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Imbauan itu disampaikan menyusul surat Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1321.LAP/GL.03/BGL/2026 tertanggal 1 Agustus 2026 yang menginformasikan adanya peningkatan aktivitas Gunung Sinabung dalam beberapa waktu sebelumnya.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Karo melakukan koordinasi sekaligus pemantauan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (4/8). Tim BPBD diterima oleh Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas vulkanik.
Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan Gunung Sinabung memang sempat meningkat cukup signifikan pada periode 28 Juli hingga 2 Agustus 2026. Namun, berdasarkan data pengamatan terbaru, sejak 3 hingga 4 Agustus 2026 intensitas kegempaan mulai mengalami penurunan.
"Sejak tanggal 3 Agustus hingga hari ini, 4 Agustus 2026, Gunung Sinabung sudah mengalami penurunan intensitas kegempaan. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi situasi ini," ujar Armen Putra.
Meski demikian, penurunan aktivitas kegempaan bukan berarti potensi bahaya telah sepenuhnya hilang. BPBD Kabupaten Karo menegaskan masyarakat harus tetap disiplin mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG demi menghindari risiko yang dapat ditimbulkan sewaktu-waktu.
Baca Juga: Gen Z Kembali Ramaikan Bioskop, Jadi Penonton Terbesar Era Digital
Masyarakat maupun wisatawan dilarang memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah selatan hingga tenggara yang masih dikategorikan sebagai zona berbahaya.
Selain itu, warga diimbau tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi karena berada di kawasan rawan bencana. BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan PVMBG maupun pemerintah daerah.
BPBD Kabupaten Karo memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung secara intensif serta memperkuat koordinasi dengan PVMBG dan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh upaya mitigasi berjalan optimal sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Dengan kondisi yang mulai menunjukkan tren membaik, masyarakat diharapkan tetap tenang, namun tidak mengabaikan potensi risiko. Kewaspadaan, kepatuhan terhadap rekomendasi otoritas, dan akses terhadap informasi resmi menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika aktivitas Gunung Sinabung.(deo/han)
Editor : Johan Panjaitan