Usai Tumbang Saat Latihan, Anggota Paskibraka Binjai Diduga Langsung Diganti

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Pengendara becak bermotor saat melintas di depan Kantor Badan Kesbangpol Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Pengendara becak bermotor saat melintas di depan Kantor Badan Kesbangpol Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Harapan seorang pelajar berinisial Rev (17) untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Binjai pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dikabarkan kandas. Setelah lolos melalui seluruh tahapan seleksi, Rev diduga diminta mengundurkan diri usai menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan saat latihan.

Peristiwa itu bermula ketika Rev mengikuti latihan rutin bersama anggota Paskibraka lainnya di Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (4/8). Sekitar 30 menit setelah latihan dimulai, ia tiba-tiba merasa pusing dan jatuh saat memasuki waktu istirahat.

Rev kemudian dilarikan ke RSUD Djoelham Binjai untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Anggaran Rp1 Miliar Dipertanyakan, DPRD Minta Pemkab Karo Buka Data FBB 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelajar berusia 17 tahun tersebut mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan. Namun, kondisi itu justru berujung pada berakhirnya kesempatan Rev menjadi anggota Paskibraka Kota Binjai tahun ini.

Saat masih menjalani perawatan, Rev mengaku menerima pesan melalui WhatsApp yang berisi surat pengunduran diri.

Tak lama berselang, seorang staf Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Binjai berinisial RPA disebut datang ke rumah sakit untuk mengambil seluruh perlengkapan dan atribut Paskibraka yang telah diterimanya.

Baca Juga: Jump City, Taman Bermain Harapan Anak Gaza

"Ibu itu dari Kesbangpol. Dia yang mengambil baju satu setel, PDL, sepatu, dan topi di rumah sakit," ujar Rev, Jumat (7/8).

Tak hanya itu, Rev mengaku kemudian dikeluarkan dari grup WhatsApp anggota Paskibraka. Ia menduga posisinya telah digantikan oleh peserta cadangan.

Kondisi tersebut membuat seluruh perjuangan yang telah dilaluinya sejak proses seleksi harus berakhir sebelum pelaksanaan upacara pengibaran bendera.

Kasus ini memunculkan tanda tanya setelah muncul dugaan ketidaksesuaian waktu penerbitan sejumlah dokumen.

Surat pengunduran diri disebut bertanggal 5 Agustus 2026, sedangkan surat keterangan menjalani rawat inap dari RSUD Djoelham baru diterbitkan pada 6 Agustus 2026.

Baca Juga: Direktur CV Rizky Amanda Ditahan, Diduga Gelapkan Dana Proyek Rp350 Juta

Perbedaan tanggal tersebut memunculkan dugaan bahwa keputusan pencoretan peserta telah diambil sebelum seluruh proses administrasi maupun evaluasi medis selesai.

Kesbangpol: Berdasarkan Pertimbangan Dokter dan Pelatih

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai, Ruslianto, membenarkan bahwa Rev tidak lagi melanjutkan sebagai anggota Paskibraka.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi kesehatan peserta serta pertimbangan tim pelatih.

"Sakit, diopname. Berdasarkan pertimbangan dokter dan pelatih, yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk melanjutkan latihan," ujar Ruslianto.

Namun, saat dimintai penjelasan mengenai ada atau tidaknya surat rekomendasi tertulis dari dokter yang menyatakan Rev tidak layak melanjutkan latihan, Ruslianto belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan RSUD Djoelham, kondisi kesehatan Rev disebut tidak mengalami gangguan serius.

Ia dikabarkan hanya mengalami dehidrasi ringan dan kelelahan akibat aktivitas fisik selama latihan.

Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi Rev disebut telah membaik dan dinyatakan dapat kembali beraktivitas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari panitia Paskibraka mengenai mekanisme pergantian peserta maupun dasar administrasi yang digunakan dalam proses penggantian Rev dengan peserta lain. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
opname sakit mundur paskibraka dehidrasi