Pengalihan Aliran Sungai Sidalu Dalu Picu Banjir di Gambus Laut, BBKSDA Sumut Gelar Rapat Darurat

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:45 WIB
BBKSDA Sumut Sektor III Pematang Siantar bersama PU Pengairan, pelaksana proyek bendungan, konsultan proyek, Camat Limapuluh Pesisir, Camat Sei Suka, Kepala Desa Gambus Laut dan Kepala Desa Kuala Indah menggelar rapat untuk mencari solusi dampak pengalihan aliran Sungai Sidalu Dalu ke Sungai Gambus, Jumat (7/8/2026), di Aula Kantor Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batu Bara.  ( Liberti H HaloHo/Sumut Pos)
BBKSDA Sumut Sektor III Pematang Siantar bersama PU Pengairan, pelaksana proyek bendungan, konsultan proyek, Camat Limapuluh Pesisir, Camat Sei Suka, Kepala Desa Gambus Laut dan Kepala Desa Kuala Indah menggelar rapat untuk mencari solusi dampak pengalihan aliran Sungai Sidalu Dalu ke Sungai Gambus, Jumat (7/8/2026), di Aula Kantor Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batu Bara. ( Liberti H HaloHo/Sumut Pos)

 

BATU BARA, Sumutpos.Jawapos.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Sektor III Pematang Siantar menggelar rapat koordinasi darurat bersama sejumlah instansi dan pemangku kepentingan, Jumat (7/8/2026), menyusul banjir yang melanda Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.

Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, difokuskan pada pembahasan dampak pengalihan debit air dari Sungai Sidalu Dalu ke Sungai Gambus sebagai bagian dari pengerjaan proyek Bendung (Dam) Sidalu Dalu.

Pertemuan dihadiri perwakilan BBKSDA Sumut Sektor III Pematang Siantar, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, pelaksana dan konsultan proyek bendungan, pimpinan sejumlah perusahaan di kawasan Kuala Tanjung, Camat Limapuluh Pesisir Sabri, SHI, MH, Camat Sei Suka Pangeran Riadi Gunawan Siagian, SP, MSi, Kepala Desa Gambus Laut Zaharuddin, Kepala Desa Kuala Indah, serta unsur terkait lainnya.

Baca Juga: Satpol PP Binjai Razia Pelajar Bolos, Soroti Lemahnya Disiplin dan Perkuat Pembinaan

Pengalihan aliran air tersebut diduga menyebabkan peningkatan debit Sungai Gambus yang bermuara ke wilayah hilir. Akibatnya, sekitar 150 hektare lahan pertanian yang didominasi tanaman padi dan cabai dilaporkan terendam banjir.

Tidak hanya sektor pertanian, luapan air juga memasuki kawasan permukiman warga di Dusun VI, VII, dan VIII, Desa Gambus Laut. Di sejumlah titik, tinggi genangan dilaporkan mencapai sekitar 70 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Camat Limapuluh Pesisir, Sabri, mengatakan rapat koordinasi digelar untuk mencari solusi yang dapat segera diterapkan guna mengurangi dampak banjir yang dialami warga.

Menurutnya, dalam musyawarah tersebut mengemuka dua usulan utama dari pemerintah daerah dan masyarakat.

"Pertama, mengalihkan sebagian debit air ke sungai lain agar Desa Gambus Laut tidak terus menerima beban aliran yang menyebabkan banjir," kata Sabri kepada Sumut Pos usai rapat.

Baca Juga: Keluarga WLG Resmi Melapor ke Polda Sumut

Usulan kedua, lanjut Sabri, adalah mengarahkan sebagian debit air ke Sungai Kuala Indah. Langkah tersebut dinilai tidak hanya mengurangi tekanan air di Sungai Gambus, tetapi juga menjaga pasokan air bagi kawasan industri di Kuala Tanjung serta membantu nelayan Kuala Indah yang belakangan mengalami kesulitan melaut akibat perubahan kondisi aliran di muara.

Setelah melalui pembahasan, seluruh pihak akhirnya menyepakati langkah penanganan yang mulai diterapkan sejak Sabtu (8/8/2026) dan akan dievaluasi selama satu pekan.

"Ada tiga poin yang menjadi kesepakatan bersama," ujar Sabri.

Langkah pertama adalah membuka sekitar 30 persen penutup (cover dump) pada bendungan sementara untuk mengurangi volume air yang mengalir ke Sungai Gambus.

Baca Juga: Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Bukti Aliran Dana ke PPK di Proyek Waterfront City Samosir

Selanjutnya, dilakukan normalisasi Sungai Tanjung guna memperlancar aliran air menuju jalur alternatif.

Kesepakatan ketiga ialah pemasangan sandbag atau bendungan pelimpah di pintu Sungai Tanjung agar distribusi debit air dapat terbagi ke arah Sungai Indrapura dan Pasar 8.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap tekanan debit air di Sungai Gambus dapat berkurang sehingga genangan di lahan pertanian maupun permukiman warga Desa Gambus Laut berangsur surut dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
air sungai gambus laut bbksda banjir Pengalihan