7 Rumah di Lau Kersik Dairi Hangus Terbakar, 2 Terpaksa Dirusak untuk Hentikan Api

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:00 WIB
TERBAKAR: Sebanyak tujuh unit rumah semi permanen di Desa Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, hangus terbakar, Minggu (9/8). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
TERBAKAR: Sebanyak tujuh unit rumah semi permanen di Desa Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, hangus terbakar, Minggu (9/8). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Minggu (9/8) malam. Dalam waktu singkat, kobaran api melahap sedikitnya tujuh rumah semi permanen milik warga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, musibah itu meninggalkan kerugian material yang tidak sedikit bagi para pemilik rumah yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran (UPT Damkar) Dairi, Amudi Situmeang Parulian S.Kom., MM, membenarkan kejadian tersebut, Senin (10/8).

Menurut Amudi, kondisi api yang terus membesar membuat petugas harus mengambil langkah cepat untuk mencegah kobaran menjalar lebih luas ke rumah-rumah warga lainnya.

Baca Juga: Pemkab Karo Janji ‘Angkat Kaki’ dari RSUD Kabanjahe Akhir 2027

“Sebanyak tujuh rumah semi permanen hangus terbakar. Untuk memutus kobaran api agar tidak semakin meluas, petugas terpaksa merusak dua rumah warga,” ujar Amudi.

Dua rumah yang dirusak tersebut bukan bagian dari tujuh rumah yang hangus terbakar. Tindakan itu dilakukan sebagai langkah darurat untuk menciptakan jarak dan menghambat perambatan api di kawasan permukiman.

7 Rumah Ludes, 2 Rumah Jadi Tumbal

Tujuh rumah yang hangus terbakar masing-masing milik Trumen Pinem (49), Bagem Sinulingga (65), Nanda Sinuraya (80), Ham Dani Manik (50), Kadir Tarigan (65), Emi Irilam Sari Sidabutar (53), dan Kario Berutu (35).

Sementara dua rumah yang terpaksa dirusak untuk mengendalikan kobaran api masing-masing milik Rivai Sembiring (35) dan Dani Pinem (47).

Keputusan petugas merusak dua rumah tersebut menjadi langkah sulit di tengah situasi darurat. Namun, tindakan itu diambil untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan menjaga keselamatan warga di sekitar lokasi.

18 Personel dan 3 Mobil Damkar Dikerahkan

Begitu menerima laporan mengenai kebakaran, UPT Damkar Dairi langsung mengerahkan kekuatan ke lokasi.

Sebanyak 18 personel dan tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Pos Siaga Tigalingga dan Sidikalang untuk menjinakkan api.

Petugas berjibaku memadamkan kobaran api sekaligus berupaya mengendalikan rambatan api agar tidak menyambar bangunan lain di sekitar lokasi.

Berkat upaya tersebut, api akhirnya dapat dikendalikan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Hidup dengan Satu Ginjal Tetap Bisa Normal tapi Sangat Rentan, Jagalah!

Meski demikian, tujuh keluarga harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumah mereka dilalap api. Sementara dua keluarga lainnya harus merelakan sebagian bangunannya dirusak sebagai bagian dari upaya pemadaman.

Hingga Senin (10/8), penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian.

Petugas masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal api serta faktor yang menyebabkan kebakaran dapat dengan cepat meluas di kawasan permukiman tersebut. (rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
dirusak api rumah terbakar