70 Persen Dana TKD Pemko Binjai Difokuskan untuk Benahi Jalan Rusak

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Jalan Wahidin Baru seputaran Pasar Tavip Binjai seperti kubangan yang akan diperbaiki tahun 2026 ini dengan menggunakan Dana TKD. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Jalan Wahidin Baru seputaran Pasar Tavip Binjai seperti kubangan yang akan diperbaiki tahun 2026 ini dengan menggunakan Dana TKD. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Pemerintah Kota Binjai menempatkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pada 2026. Kerusakan jalan yang semakin terasa setelah bencana banjir melanda sejumlah kawasan menjadi alasan Pemko Binjai mengalihkan perhatian dan anggaran lebih besar untuk membenahi akses vital masyarakat.

Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, mengungkapkan sekitar 70 persen dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikelola Pemko Binjai diarahkan untuk penanganan infrastruktur jalan.

“Dana TKD yang dipulangkan hari ini, hampir 70 persen kita fokuskan pada infrastruktur jalan,” ujar Hasanul Jihadi yang akrab disapa Jiji, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Rico Waas Bebastugaskan Sementara Camat Medan Timur karena Diduga Jual Beli Jabatan Eselon 4

Menurut Jiji, kebijakan tersebut diambil karena kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Binjai membutuhkan penanganan segera. Pemerintah tidak ingin kerusakan infrastruktur dibiarkan berlarut-larut hingga semakin membebani masyarakat.

Bukan Hanya Jalan Wahidin

Jiji menegaskan, perbaikan jalan tahun ini tidak hanya menyasar Jalan Wahidin Baru di sekitar Pasar Tavip. Sejumlah ruas jalan lain juga telah masuk dalam agenda pengerjaan.

“Selain Jalan Teladan ada beberapa ruas jalan yang juga diperbaiki pada bulan Agustus 2026, termasuk di Kelurahan Berngam. Jadi, yang dari tahun lalu sudah dijanjiin tertunda, akan kita kerjakan,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pekerjaan infrastruktur yang sebelumnya tertunda akan kembali dikejar. Pemko Binjai berupaya memastikan ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat mendapat perhatian sesuai tingkat kebutuhannya.

Selain pembangunan dan perbaikan, sejumlah ruas jalan juga akan menjalani pemeliharaan agar kerusakan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Bagi Pemko Binjai, pembenahan jalan bukan sekadar urusan konstruksi. Kondisi jalan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, mobilitas warga, hingga akses masyarakat terhadap berbagai layanan.

Baca Juga: Terlalu Mengikuti Perasaan, 12 Zodiak Ini Paling Rentan Jatuh Cinta pada Orang yang Salah

“Kita tak akan bicara soal ekonomi kreatif kalau jalan masih rusak. Jadi kita fokus betulkan jalan dulu, mohon dukungannya,” tegas Jiji.

Turun Langsung Rasakan Jalan Rusak

Keseriusan tersebut juga ditunjukkan Jiji dengan turun langsung melihat kondisi Jalan Wahidin Baru di kawasan Pasar Tavip.

Didampingi Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin Simanjuntak dan Kepala Dinas PUTR Wahyu Umara, Jiji meninjau kondisi jalan sekaligus mendengar langsung keluhan para pedagang yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut.

Ada cara tak biasa yang dilakukan Jiji untuk melihat persoalan itu dari sudut pandang masyarakat. Ia bersama Sekda Chairin melintasi ruas jalan yang rusak tersebut menggunakan Vespa berwarna kuning.

Baca Juga: Police Go To School, Kapolres Batu Bara Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Bukan sekadar aksi simbolis, langkah itu dimaksudkan agar jajaran pejabat Pemko Binjai merasakan langsung kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Kerusakan jalan, terutama di kawasan yang menjadi pusat aktivitas perdagangan, bukan hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi menghambat mobilitas dan ikut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, keputusan mengalokasikan porsi besar TKD untuk infrastruktur menjadi pertaruhan tersendiri bagi Pemko Binjai. Setelah bertahun-tahun sejumlah ruas jalan dikeluhkan dan sebagian pekerjaan sempat tertunda, masyarakat kini menunggu bukti nyata: jalan yang rusak benar-benar diperbaiki, bukan kembali berhenti pada janji. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
jalan rusak pemko binjai tkd