Status Waspada, Asap Kawah Sinabung Capai 1.000 Meter

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:50 WIB
SINABUNG: Kondisi Gunung Sinabung sekarang. (Solideo/Sumut Pos)
SINABUNG: Kondisi Gunung Sinabung sekarang. (Solideo/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Pada Minggu (9/8), asap kawah terpantau membubung hingga 1.000 meter di atas puncak kawah, menegaskan bahwa aktivitas gunung api tersebut masih perlu diwaspadai.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung Kabupaten Karo di bawah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra, mengatakan aktivitas tersebut tercatat dalam periode pengamatan Minggu, pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

“Selama periode pengamatan, asap kawah bertekanan lemah hingga kuat terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal,” ujar Armen saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (10/8) siang.

Selain aktivitas visual, petugas juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan yang menunjukkan Gunung Sinabung masih mengalami dinamika vulkanik.

Dalam periode tersebut tercatat satu kali gempa guguran, lima kali gempa hembusan, satu kali gempa hybrid atau fase banyak, delapan kali gempa vulkanik dalam, serta enam kali gempa tektonik jauh.

Petugas juga masih mengamati kemunculan asap kebiruan di lereng sebelah timur Gunung Sinabung.

Masih Level II atau Waspada

Armen menyebut kondisi cuaca di sekitar Gunung Sinabung secara umum cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah timur dan tenggara, dengan suhu udara berkisar antara 14 hingga 25 derajat Celsius.

Baca Juga: 70 Persen Dana TKD Pemko Binjai Difokuskan untuk Benahi Jalan Rusak

Meski aktivitas gunung api masih terpantau, status Gunung Sinabung belum mengalami perubahan. Gunung dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu masih berada pada Level II atau Waspada.

Status tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik Sinabung belum sepenuhnya mereda. Masyarakat diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan PVMBG.

Masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.

Selain itu, aktivitas masyarakat dilarang dilakukan dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius 3,5 kilometer pada sektor selatan-tenggara.

Waspada Bukan Hanya Erupsi

Potensi bahaya Gunung Sinabung tidak hanya berkaitan dengan aktivitas erupsi. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan lahar.

Imbauan ini penting, terutama ketika hujan turun di kawasan puncak dan lereng gunung. Material vulkanik yang terbawa aliran air dapat bergerak mengikuti sungai dan mengancam wilayah di sepanjang alirannya.

Baca Juga: Pemkab Karo Apresiasi Dedikasi Personel Damkar, Satpol PP dan Linmas

Dengan asap kawah yang masih membubung tinggi dan sejumlah aktivitas kegempaan yang terus tercatat, Gunung Sinabung masih menunjukkan bahwa dinamika vulkanik tetap berlangsung.

Karena itu, status Level II bukan alasan untuk panik, tetapi juga tidak boleh dianggap sepele. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi PVMBG dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan demi menghindari risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu. (deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
level II kawah waspada asap gunung sinabung