Pemko Binjai Dorong Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi, Bukan Sekadar Destinasi

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 21:34 WIB

Apel gabungan Pemko Binjai. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)
Apel gabungan Pemko Binjai. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Pemerintah Kota Binjai mulai mendorong perubahan paradigma dalam mengembangkan sektor pariwisata. Pariwisata tidak lagi dipandang sebatas keberadaan destinasi dan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, hingga membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Asisten I Setdako Binjai, Putri Syawal Sembiring, saat memimpin apel yang digelar Dinas Pariwisata Kota Binjai, Senin (10/8/2026).

Apel tersebut diikuti jajaran staf ahli, asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Binjai.

Putri menegaskan, wajah pariwisata saat ini telah mengalami perubahan. Keberadaan tempat wisata memang penting, namun tidak cukup untuk membangun sektor pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Polres Binjai Bongkar Kasus Dugaan Pembuangan Bayi, Bidan dan Anak Ditangkap

“Pariwisata saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang tempat wisata,” kata Putri.

Menurutnya, pariwisata merupakan ekosistem yang mempertemukan berbagai sektor sekaligus. Mulai dari budaya, sejarah, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, teknologi, sumber daya manusia hingga masyarakat.

Karena itu, pengembangan pariwisata di Binjai harus mampu menciptakan rantai ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Destinasi wisata harus terhubung dengan pelaku UMKM, produk lokal, kuliner, komunitas kreatif, hingga pelaku usaha lainnya.

Prestasi Jangan Berhenti di Nominasi

Putri juga mengapresiasi sejumlah capaian yang telah diraih Dinas Pariwisata Kota Binjai. Salah satunya, Perayaan Maha Puja Thaipussam Shri Mariamman Kuil yang dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 berhasil masuk enam besar usulan dari 252 event daerah se-Indonesia.

Sementara itu, destinasi Sawah Lukis masuk dua besar usulan kategori daya tarik wisata tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk diusulkan ke tingkat nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Award.

Baca Juga: Korupsi Pengadaan 93 Smartboard untuk SMP Negeri, Eks Kadisdik Tebingtinggi Dituntut 9,5 Tahun Penja

Namun, menurut Putri, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai sekadar status nominasi atau penghargaan.

Prestasi pariwisata harus diterjemahkan menjadi dampak ekonomi yang konkret. Semakin dikenal sebuah destinasi, semakin besar pula peluang masyarakat di sekitarnya untuk mendapatkan manfaat melalui peningkatan usaha, pendapatan UMKM, serta tumbuhnya industri kreatif lokal.

“Berbagai capaian tersebut tidak boleh berhenti pada status nominasi,” tegasnya.

Untuk memperkuat fondasi tersebut, Pemko Binjai terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sejumlah pelatihan diarahkan pada kebutuhan langsung industri pariwisata, mulai dari kuliner, sanitasi dan higienitas, digitalisasi, pemasaran dan branding, pemandu wisata hingga gerakan sadar wisata.

Digitalisasi Jadi Etalase Pariwisata Binjai

Di tengah perubahan pola wisatawan yang semakin bergantung pada informasi digital, promosi melalui kanal daring juga menjadi perhatian Pemko Binjai.

Situs resmi Dinas Pariwisata Kota Binjai disebut telah menjangkau sekitar 9,8 juta pengunjung dari berbagai negara. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting untuk memperluas promosi destinasi sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi lokal.

Namun, kanal digital pemerintah diharapkan tidak berhenti sebagai ruang publikasi kegiatan birokrasi. Platform tersebut harus menjadi etalase yang memperlihatkan wajah Binjai secara utuh, mulai dari destinasi wisata, kuliner, budaya, UMKM hingga kreativitas generasi muda.

Penguatan pengalaman wisatawan juga dilakukan melalui inovasi daerah Raon-Raon Binjai City Tour. Program tersebut diarahkan bukan sekadar menjadi perjalanan mengunjungi sejumlah titik, tetapi mampu menghadirkan cerita mengenai sejarah, budaya dan kuliner Kota Binjai.

Baca Juga: Saksi Mahkota Ungkap Permintaan Komisi 44 Persen Proyek Smartboard Langkat Rp49,9 Miliar

Dengan pendekatan tersebut, wisatawan tidak hanya datang, melihat, kemudian pergi. Mereka diharapkan mendapatkan pengalaman sekaligus berinteraksi dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Kolaborasi Pentahelix Diperkuat

Untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang kuat, Pemko Binjai juga menekankan pentingnya kolaborasi berbasis pentahelix.

Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Pengembangan pariwisata membutuhkan keterlibatan pelaku usaha dan UMKM, komunitas, akademisi, media serta masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperluas promosi, meningkatkan kualitas pelayanan dan membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi pariwisata.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pariwisata tidak semata-mata diukur dari seberapa populer sebuah destinasi atau seberapa banyak wisatawan yang datang.

“Keberhasilan pariwisata bukan hanya ketika Binjai semakin dikenal, tetapi ketika masyarakat merasakan manfaatnya melalui peluang usaha, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan,” pungkas Putri. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
\pariwisata ekonomi destinasi pemko binjai