NIAS SELATAN, Sumutpos.jawapos.com – Akses utama yang menghubungkan Kecamatan Sudua'ori menuju Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, terputus total setelah hujan deras dan cuaca ekstrem memicu longsor di wilayah tersebut.
Kondisi ini langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, didampingi Pj Sekda Amsarno S. Sarumaha, turun langsung meninjau lokasi jalan yang terdampak, Minggu (9/8/2026).
Peninjauan dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah menyusul kerusakan serius pada badan jalan yang menjadi salah satu akses penting masyarakat antarwilayah.
Jalan yang terputus tersebut berada di Desa Taluzusua, Kecamatan Siduaori. Kerusakan terjadi setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah Nias Selatan hingga menyebabkan longsor dan memutus badan jalan.
Baca Juga: Dana CSR Rp2 Miliar untuk SMA Bina Kasih Dipertanyakan, DPRD Karo Minta Proses Dibuka
Putusnya akses ini tidak hanya berdampak terhadap mobilitas warga Desa Taluzusua. Ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung menuju sejumlah kecamatan, di antaranya Gomo, Mazo, Idanotae, Ulu Idanotae, Boronadu dan Umbunasi.
Dengan demikian, kerusakan infrastruktur tersebut berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, distribusi kebutuhan pokok, pelayanan pemerintahan hingga akses terhadap layanan kesehatan.
Bupati Minta Penanganan Tak Menunggu
Saat meninjau lokasi, Bupati Sokhiatulo Laia menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera. Mengingat fungsi jalan sebagai akses vital antarwilayah, pemerintah daerah diminta tidak menunggu hingga kondisi semakin parah.
“Agar secepatnya longsor ini ditangani untuk penanganan sementara,” ujar Sokhiatulo.
Menurutnya, penanganan awal menjadi langkah penting untuk membuka kembali akses masyarakat sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap kerusakan badan jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas PUTR Nias Selatan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Baperida, Kepala BPBD serta perwakilan Dinas Perhubungan.
Kehadiran lintas perangkat daerah tersebut menunjukkan bahwa persoalan jalan putus tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut mobilitas masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik.
Ekskavator Dikerahkan
Instruksi penanganan darurat mulai ditindaklanjuti. Pada Senin (10/8/2026), satu unit ekskavator telah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses yang tertutup.
Pengerahan alat berat tersebut menjadi langkah awal untuk mempercepat pemulihan jalur transportasi masyarakat.
Baca Juga: Puting Beliung Hantam Tebingtinggi, 8 Rumah dan Gudang Rusak
Meski demikian, penanganan sementara tetap perlu diikuti dengan penanganan yang lebih permanen. Sebab, tingginya intensitas hujan dan kondisi medan di wilayah tersebut berpotensi memicu kembali longsor apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Pemkab Nias Selatan kini dihadapkan pada kebutuhan untuk memastikan akses masyarakat kembali terbuka sekaligus menyiapkan langkah lanjutan agar jalur penghubung antarkecamatan tersebut tidak kembali terputus ketika cuaca ekstrem melanda. (eri/han)
Editor : Johan Panjaitan