Dinas PUTR Binjai Siapkan Perbaikan 8 Ruas Jalan, Jembatan Payaroba Segera Ditinjau

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Kadis PUTR Binjai, Wahyu Umara (pegang buku catatan) saat mendampingi wakil wali kota, Hasanul Jihadi, melihat Jalan Wahidin Baru seputaran Pasar Tavip yang akan diperbaiki tahun ini. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Kadis PUTR Binjai, Wahyu Umara (pegang buku catatan) saat mendampingi wakil wali kota, Hasanul Jihadi, melihat Jalan Wahidin Baru seputaran Pasar Tavip yang akan diperbaiki tahun ini. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak mulai mendapat respons dari Pemerintah Kota Binjai. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Binjai memastikan delapan ruas jalan yang menjadi prioritas akan mendapat pemeliharaan pada tahun ini.

Tak hanya jalan, Dinas PUTR juga menaruh perhatian terhadap kondisi Jembatan Payaroba yang dinilai mengkhawatirkan. Jembatan yang menjadi penghubung Binjai Utara dan Binjai Barat itu akan ditinjau langsung untuk menentukan langkah penanganannya.

Kepala Dinas PUTR Binjai, Wahyu Umara, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kerusakan sejumlah ruas jalan, baik dalam kategori sedang maupun berat.

Menurutnya, saat ini proses administrasi untuk pelaksanaan pemeliharaan delapan titik jalan tersebut tengah berjalan, termasuk tahapan tender dan penyusunan kontrak.

Baca Juga: Penawar Lebih Tinggi Menang Lelang Proyek Jembatan Nisel, Perusahaan yang Kalah Ajukan Banding

“Tahun ini akan kita perbaiki sejumlah ruas jalan yang menjadi keluhan masyarakat. Rencana pengerjaan dimulai pada September 2026,” ujar Wahyu, Selasa (11/8/2026).

Delapan Ruas Jadi Prioritas

Wahyu mengatakan, perbaikan tidak hanya menyasar Jalan Wahidin Baru di sekitar Pasar Tavip Binjai. Jalan yang rusak akibat bencana banjir di kawasan Perumahan Berngam juga masuk dalam agenda pemeliharaan.

Selain itu, Jalan Pangeran Diponegoro turut menjadi perhatian. Kerusakan di ruas tersebut disebut berkaitan dengan proyek penanaman pipa air yang melintas di badan jalan.

Kondisi serupa terjadi di Jalan MT Haryono yang terdampak pekerjaan galian pipa. Perbaikan ruas tersebut juga direncanakan dimulai September 2026.

“Sejumlah ruas lain juga menjadi prioritas perbaikan, seperti Jalan Danau Tempe, Jalan Umar Baki, Jalan Gunung Kidul dan Jalan Alpukat Raya,” beber Wahyu.

Baca Juga: Kaca Mobil Penuh Jamur? Ini 5 Cara Ampuh Membersihkannya sampai Jernih Lagi

Sementara Jalan Gunung Sinabung masih dalam tahap kajian. Menurut Wahyu, ruas tersebut memiliki persoalan tersendiri karena berkaitan dengan dugaan perkara korupsi yang bersumber dari dana bagi hasil sawit.

Selain pengaspalan pada ruas prioritas, Dinas PUTR juga akan melakukan penanganan dengan metode patching pada sejumlah titik.

“Pengaspalan juga dilakukan dengan cara patching, juga ada belasan titik. Total keseluruhan pemeliharaan jalan, ada puluhan,” jelasnya.

Wahyu menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah kota.

“Kami dari Dinas PUTR Binjai memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Perbaikan jalan menjadi prioritas Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota, mohon doa serta dukungannya,” tambahnya.

Jembatan Payaroba Jadi Perhatian

Di tengah rencana perbaikan sejumlah ruas jalan, kondisi Jembatan Payaroba juga menjadi perhatian Dinas PUTR Binjai.

Jembatan yang berada di Jalan Letnan Umar Baki tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Binjai Utara dan Binjai Barat. Tingginya mobilitas kendaraan, termasuk truk bermuatan, membuat kondisi jembatan perlu segera mendapat perhatian.

Wahyu mengatakan pihaknya telah mengetahui kondisi jembatan tersebut. Tim teknis akan turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan.

“Tim akan turun ke lokasi (Jembatan Payaroba) untuk melihat kondisinya dan akan kami coba usulkan untuk perbaikan dalam Perubahan Anggaran atau P-APBD tahun 2026,” pungkasnya.

70 Persen TKD untuk Infrastruktur

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi atau yang akrab disapa Jiji menyatakan pemerintah kota memberikan perhatian lebih terhadap persoalan infrastruktur, khususnya jalan rusak.

Ia menyebut sebagian besar dana transfer ke daerah (TKD) yang dikelola Pemko Binjai diarahkan untuk mendukung pembenahan infrastruktur jalan.

“Dana TKD yang dipulangkan hari ini, hampir 70 persen kita fokuskan pada infrastruktur jalan,” ungkap Jiji.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Binjai Ringkus Lima Terduga Bandar

Ia mengatakan sejumlah ruas jalan telah masuk agenda perbaikan. Selain Jalan Teladan, beberapa ruas lainnya juga direncanakan mendapat penanganan, termasuk kawasan Kelurahan Berngam.

“Selain Jalan Teladan ada beberapa ruas jalan yang juga diperbaiki pada bulan Agustus 2026, termasuk di Kelurahan Berngam,” tambahnya.

Bagi Jiji, pembenahan infrastruktur merupakan fondasi sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai pengembangan sektor lain.

“Kita tak akan bicara soal ekonomi kreatif kalau jalan masih rusak. Jadi kita fokus betulkan jalan dulu, mohon dukungannya,” tegasnya.

Sikap tersebut sebelumnya juga ditunjukkan Jiji bersama Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin Simanjuntak dan Kadis PUTR Wahyu Umara saat meninjau langsung sejumlah ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat.

Bahkan, Jiji bersama Chairin melintasi jalan rusak menggunakan vespa berwarna kuning. Langkah itu menjadi cara sederhana untuk merasakan langsung kondisi jalan sekaligus memastikan keluhan masyarakat tidak hanya berhenti di meja birokrasi.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
jembatan payaroba Dinas PUTR ruas jalan wakil wali kota binjai tkd