Warga Simpang Tiga Tanjung Leidong Gelar Tolak Bala, Satukan Syukur dan Doa untuk Keselamatan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:30 WIB
 Masyarakat Simpang Tiga Tanjung Leidong Labura Gelar Tolak Bala, Wujud Syukur dan Doa Bersama. (Asri Tarigan/Sumut Pos)
Masyarakat Simpang Tiga Tanjung Leidong Labura Gelar Tolak Bala, Wujud Syukur dan Doa Bersama. (Asri Tarigan/Sumut Pos)

 

LABURA, Sumutpos.jawapos.com – Rasa syukur dan semangat kebersamaan menjadi satu dalam kegiatan tolak bala yang digelar masyarakat Simpang Tiga, Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Senin (10/8/2026).

Berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Simpang Tiga Tanjung Leidong, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk memanjatkan doa sekaligus memohon perlindungan Allah SWT agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Sekitar 40 warga mengikuti kegiatan yang dimotori Kepala Lingkungan Simpang Tiga Tanjung Leidong, Muktri Bahari. Suasana berlangsung khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.

Bagi masyarakat setempat, tolak bala tidak semata-mata menjadi sebuah tradisi. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk refleksi dan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan, sekaligus ikhtiar batin untuk menghadapi kehidupan ke depan.

Tokoh masyarakat Woniadi turut memberikan pencerahan kepada warga. Ia mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus merawat persatuan, kerukunan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, masyarakat yang kuat tidak hanya dibangun melalui kemajuan ekonomi, tetapi juga melalui hubungan sosial yang harmonis dan kepedulian antarwarga.

Pesan serupa disampaikan tokoh adat desa yang akrab disapa Pak Gino. Ia mengingatkan masyarakat agar nilai-nilai adat, kebersamaan, dan semangat gotong royong tetap dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baginya, adat dan kebersamaan merupakan bagian penting dalam menjaga identitas sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Dalam doa bersama, masyarakat menyampaikan berbagai harapan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Warga berharap tanaman pertanian tumbuh subur dan menghasilkan panen yang baik. Aktivitas perdagangan juga diharapkan semakin lancar, sementara berbagai usaha dan mata pencaharian masyarakat diberikan kemudahan serta keberkahan.

Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Pertanian, perdagangan, dan usaha masyarakat menjadi bagian penting dari denyut kehidupan warga Simpang Tiga Tanjung Leidong.

Lebih dari itu, kegiatan tolak bala menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Warga berkumpul, berdoa, dan menyatukan harapan dalam suasana kebersamaan.

Dengan penuh kekhusyukan, masyarakat memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, keselamatan, kesehatan, ketenteraman, serta rezeki yang berkah bagi seluruh masyarakat Simpang Tiga dan sekitarnya.

Pada akhirnya, tolak bala yang digelar warga bukan sekadar tradisi yang dijalankan secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat pesan tentang pentingnya bersyukur, menjaga persaudaraan, merawat gotong royong, dan menyatukan doa ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan.(mag-10)

Editor : Johan Panjaitan
tolak bala syukuran doa