Banjir Gambus Laut Mendesak Ditangani, PSDA Perintahkan Rekanan Bergerak Hari Ini

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Ketua DPRD M Safii, Wakil Ketua DPRD Batubara Tengku Rodial, dan Wakil Ketua Komisi  IV DPRD Batubara Ismar Komri, dan pihak 
Kepala UPTD PSDA Bah Bolon, Syahrial Efendi, dan jajaran bidang perencanaan PSDA Provinsi Sumatera Utara serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara saat mengelar rapat terkait dampak pengalihan Sungai Gambus,Senin(10/8/2026). (Liberti H Haloho/Sumut Pos)
Ketua DPRD M Safii, Wakil Ketua DPRD Batubara Tengku Rodial, dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batubara Ismar Komri, dan pihak Kepala UPTD PSDA Bah Bolon, Syahrial Efendi, dan jajaran bidang perencanaan PSDA Provinsi Sumatera Utara serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara saat mengelar rapat terkait dampak pengalihan Sungai Gambus,Senin(10/8/2026). (Liberti H Haloho/Sumut Pos)

 

BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com – Penanganan banjir yang merendam areal pertanian dan permukiman warga Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, mulai memasuki tahap konkret.

Genangan yang disebut berkaitan dengan pengalihan debit air Sungai Dalu-Dalu ke Sungai Gambus tersebut telah merendam sekitar 150 hektare lahan pertanian. Tanaman cabai dan padi milik petani pun terancam gagal panen.

Kondisi itu mendorong Komisi IV DPRD Batu Bara bersama kelompok tani, Pemerintah Desa Gambus Laut dan Desa Kuala Indah, Dinas PUPR Batu Bara, rekanan serta konsultan proyek Bendung Sidalu-Dalu mendatangi Dinas PSDA dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara di Medan, Senin (10/8/2026).

Pertemuan tersebut menghasilkan instruksi tegas. Kepala UPTD PSDA Bah Bolon, Syahrial Efendi, meminta pihak rekanan dan konsultan proyek segera bergerak melakukan penanganan di lapangan.

“Bagi masyarakat yang saat ini berhadapan langsung dengan genangan, penanganan tidak bisa lagi menunggu terlalu lama,” ujar Syahrial, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batu Bara, Ismar Komri.

Tiga Langkah Darurat

Dalam pertemuan itu, tiga rekanan dipanggil dan diminta melakukan tindakan nyata untuk mengurangi dampak genangan.

Langkah yang diperintahkan meliputi normalisasi, rekayasa aliran air, serta pemasangan sheet pile atau sandbag pada titik-titik yang dinilai membutuhkan pengendalian aliran.

Baca Juga: Pemkab Langkat Gelar Donor Darah, Plt Bupati Ajak ASN Rutin Berbagi untuk Sesama

Upaya tersebut ditargetkan dapat mempercepat surutnya genangan sekaligus mencegah air kembali meluas ke kawasan pertanian dan permukiman.

Ismar mengatakan, tahap awal penanganan diharapkan mampu menurunkan genangan sekitar 20 hingga 30 persen.

“Secepatnya dilakukan. Paling tidak genangan air bisa berkurang 20 sampai 30 persen. Dua atau tiga hari ini PSDA akan turun lagi ke lokasi untuk melihat bagaimana hasil rekayasa aliran air,” katanya.

PSDA Sumatera Utara bersama perwakilan BWS Sumut dan tim teknis Kabupaten Batu Bara dijadwalkan kembali turun ke lokasi pada Rabu (12/8/2026) untuk mengevaluasi hasil penanganan awal.

150 Hektare Lahan Petani Terendam

Banjir tersebut bukan sekadar persoalan genangan. Dampaknya mulai menyentuh langsung sumber penghidupan masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Desa Gambus Laut, Pandapotan Gultom, mengatakan sekitar 150 hektare lahan pertanian terdampak. Dari luas tersebut, sekitar 60 hektare merupakan lahan tanaman cabai, sedangkan 90 hektare lainnya ditanami padi.

Baca Juga: Buka Bahagia Cup II, Bupati Batu Bara Ajak Generasi Muda Jadi Agen Antinarkoba

Terendamnya tanaman membuat petani berpotensi mengalami kerugian besar karena tanaman rusak dan tidak lagi menghasilkan.

“Akibat terendamnya 150 hektare areal pertanian cabai dan padi, tentunya masyarakat petani mengalami kerugian besar akibat rusaknya tanaman dan tidak menghasilkan lagi,” ujarnya.

Ismar menyebut kerugian petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Persoalan tersebut semakin berat karena masyarakat di kawasan tersebut disebut telah menghadapi banjir selama dua tahun terakhir dan mengalami gagal panen hingga tiga musim.

Dorong Dana Pemulihan untuk Petani

Komisi IV DPRD Batu Bara menilai penanganan tidak boleh berhenti pada upaya mengeringkan lahan. Setelah kondisi darurat teratasi, pemerintah harus memikirkan pemulihan ekonomi masyarakat yang kehilangan sumber pendapatan.

Ismar meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mempertimbangkan pemanfaatan dana transfer ke daerah yang dikembalikan untuk penanganan dampak bencana sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut terdapat alokasi dana transfer keuangan daerah yang dikembalikan kepada Pemprov Sumut sebesar Rp6,35 triliun. Menurutnya, perlu dibahas kemungkinan sebagian anggaran tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Batu Bara.

Baca Juga: 85 Kontingen Langkat Dilepas ke Jambore Nasional XII, Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional

“Bagaimana notulen rapat hari ini disampaikan kepada Pak Gubsu Bobby. Tolong dana alokasi transfer keuangan daerah yang dikembalikan itu bisa diarahkan untuk membantu masyarakat Desa Gambus Laut dan Desa Perupuk di Batu Bara,” kata Ismar.

Ia juga meminta agar petani yang mengalami gagal panen mendapatkan perhatian melalui koordinasi lintas sektor antara Pemkab Batu Bara, Pemprov Sumut, PSDA dan BWS.

Jangan Berhenti di Penanganan Darurat

Menurut Ismar, persoalan banjir Gambus Laut membutuhkan solusi jangka panjang. Dinas PUPR Batu Bara bersama PSDA dan BWS Sumut didorong menyusun perencanaan teknis yang lebih matang, termasuk desain rekayasa pengendalian aliran air.

“Lintas sektor Dinas PUPR Batu Bara bagaimana mencari solusi, supaya bisa dibuat semacam perencanaan matang desain engineering detail (DED) bagi penyelesaian dan memberikan solusi terhadap masalah banjir ini. Selain itu, bantuan kepada petani juga mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia berharap langkah awal yang diperintahkan PSDA dapat segera menunjukkan hasil. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pemulihan setelah bencana berlalu.

“Bagaimana 150 hektare lahan petani cabai, padi, beserta permukiman warga yang terendam akibat pengalihan air Sungai Gambus ini dapat menerima bantuan. Kita berharap pemerintah hadir untuk pemulihan masyarakat, baik pascatanggap darurat maupun tahap pemulihan,” tegasnya.

Baca Juga: Caliber Karaoke Dilapor ke Polres Paluta, Warga Soroti Dugaan Miras, Narkoba hingga Legalitas Usaha

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPRD Batu Bara M. Safii, Wakil Ketua DPRD Batu Bara Tengku Rodial, serta anggota Komisi IV DPRD Batu Bara Ismar Komri, Jalasmar Sitinjak, Suriadi dan Safii.

Turut hadir Kadis PUPR Batu Bara Budi Sinaga, Ketua Kelompok Tani Desa Gambus Laut P. Gultom, serta perangkat Desa Gambus Laut dan Desa Kuala Indah.

Dari pihak PSDA Sumatera Utara hadir Kepala UPTD PSDA Bah Bolon Syahrial Efendi bersama jajaran bidang perencanaan PSDA Provinsi Sumatera Utara dan perwakilan BWS Sumatera Utara. (lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
gambus laut psda sumut banjir penanganan