KARO, SUMUT POS— Kondisi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menunjukkan dinamika yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Vegetasi di sejumlah titik lereng gunung api tersebut dilaporkan menguning dan layu.
Pada saat bersamaan, hembusan asap dari kawah puncak tampak menebal dengan pendar warna kebiruan.
Perubahan visual tersebut berlangsung seiring meningkatnya aktivitas kegempaan yang terekam oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sepanjang Juli hingga awal Agustus 2026.
Baca Juga: Penebangan dan Penanaman Pohon Pengganti akibat Pembangunan BRT Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Petugas Pengamat Gunung Sinabung, Armen Putra menjelaskan, fenomena asap kebiruan ini menandakan adanya kenaikan konsentrasi gas vulkanik serta peningkatan suhu di area kawah.
"Asap kawah yang biasanya berwarna putih bersih, belakangan terpantau sedikit berubah kebiruan. Perubahan pendar warna ini dipicu oleh peningkatan kandungan sulfur atau belerang yang disertai kenaikan suhu di sekitar area puncak," ujar Armen saat memberikan keterangan, Selasa (11/8).
Dampak peningkatan suhu dan paparan gas vulkanik tersebut mulai menjangkau area lingkungan sekitar. Rerumputan yang sebelumnya hijau subur di beberapa sisi lereng kini nampak menguning dan mengalami kelayuan. Armen menyebutkan bahwa fenomena kelayuan vegetasi tersebut erat kaitannya dengan perubahan kondisi mikro di kawasan gunung.
Perubahan pada tanaman dapat dipicu oleh serangkaian faktor vulkanik, mulai dari paparan gas asam, endapan abu tipis yang menutupi pori-pori daun, hingga kenaikan suhu tanah dan kelembapan udara di sekitar kawah. "Perubahan warna vegetasi dari hijau menjadi kuning dan layu ini terus kami petakan. Ini merupakan indikator visual alami adanya perubahan fluks gas dan suhu yang keluar dari perut gunung," lanjutnya.
Meskipun aktivitas kegempaan dan fenomena hembusan gas sulfur menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, tingkat aktivitas Gunung Sinabung saat ini masih dipertahankan pada Level II (Waspada). Kendati demikian, Pos PGA Sinabung menegaskan bahwa potensi terjadinya erupsi susulan maupun hembusan awan panas masih tetap terbuka kapan saja.
PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, serta warga lokal untuk tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan yang telah diterbitkan. Zona bahaya yang telah ditetapkan harus dipatuhi dengan tingkat kesadaran tinggi guna mengantisipasi ancaman bahaya seketika.
"Masyarakat dan wisatawan tegas dilarang melakukan aktivitas apa pun pada radius 2 kilometer secara radial dari puncak Gunung Sinabung. Selain itu, larangan beraktivitas juga berlaku dalam radius sektoral 3,5 kilometer ke arah selatan hingga tenggara," tegas Armen.
Warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diingatkan untuk mewaspadai potensi bahaya lahar dingin, terutama saat hujan deras mengguyur area puncak. PVMBG bersama pihak terkait terus memantau perkembangan instrumen kegempaan dan visual secara intensif selama 24 jam penuh. (deo/ram)
Editor : Juli Rambe