Misteri Gua di Bantaran Sungai Marenu, OTK yang Resahkan Warga Palas Diduga Bersembunyi

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:35 WIB
Penyisiran besar besaran melibatkan jajaran kepolisian dan warga dari enam desa di kecamatan Aek Nabara Barumun, Palas. (Mitra Harahap/Sumut Pos)
Penyisiran besar besaran melibatkan jajaran kepolisian dan warga dari enam desa di kecamatan Aek Nabara Barumun, Palas. (Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com-Misteri keberadaan orang tidak dikenal (OTK) yang meresahkan warga di Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas, mulai menemukan titik terang. Dalam penyisiran gabungan yang dilakukan polisi bersama warga dari enam desa, petugas menemukan sebuah gua kecil di tepi bantaran Sungai Marenu yang diduga menjadi tempat persembunyian.

Penyisiran dilakukan jajaran Polsek Barumun Tengah bersama Camat Aek Nabara Barumun pada Rabu sore. Langkah tersebut diambil setelah warga melaporkan serangkaian gangguan di kawasan perkebunan, mulai dari pembongkaran pondok kebun hingga dugaan pencurian bahan kebutuhan pokok.

Situasi itu membuat sebagian petani merasa khawatir saat hendak beraktivitas di kebun. Warga pun bersama aparat bergerak menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian.

Kapolsek Barumun Tengah AKP Rahmad Saleh Nainggolan mengatakan, orang yang menjadi sasaran penyisiran belum berhasil ditemukan. Namun, petugas menemukan sejumlah jejak dan bekas aktivitas yang mengarah pada dugaan adanya seseorang yang pernah bersembunyi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bupati Baharuddin Turun Tangan, Kebutuhan Dokter RSUD H. OK Arya Jadi Sorotan

“Orang tersebut hingga sore hari ini belum bisa ditemukan. Namun, jejak dan bekas aktivitasnya ditemukan di beberapa titik, salah satunya gua kecil di tepi bantaran Sungai Marenu. Di dalam lokasi tersebut juga kami dapati perlengkapan sehari-hari yang diduga milik pelaku,” ujar Rahmad Saleh.

Penjaga Kebun Ungkap Sosok Misterius

Petunjuk lain muncul dari keterangan seorang penjaga kebun asal Desa Horuon. Kepada Camat Aek Nabara Barumun Akbar, penjaga kebun tersebut mengaku pernah melihat seorang pria masuk ke lorong gua yang ditemukan dalam penyisiran.

Yang membuat informasi tersebut semakin menarik perhatian, penjaga kebun menyebut ciri-ciri pria yang dilihatnya memiliki kemiripan dengan seseorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Padang Lawas terkait kasus dugaan pembunuhan di wilayah Hapung.

“Saya mengenal pelaku yang terdaftar dalam DPO Polres Palas terkait kasus pembunuhan di Hapung. Ciri-ciri orang yang saya lihat masuk ke lorong gua tersebut persis dengan orang di daftar DPO,” demikian pengakuan penjaga kebun yang disampaikan kepada camat.

Baca Juga: Pod Getar Mulai Beredar di Binjai, Polisi Gulung Dua Tersangka

Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan identitas pria yang berada di sekitar gua. Polisi masih harus melakukan pendalaman dan verifikasi untuk memastikan apakah sosok yang dimaksud benar-benar berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut.

Artinya, temuan gua dan kesaksian warga menjadi petunjuk penting, tetapi belum menjadi bukti bahwa DPO yang dimaksud berada di lokasi tersebut.

Polisi Perketat Pemantauan

Kondisi geografis kawasan yang terdiri dari perbukitan dan bantaran sungai membuat proses penyisiran tidak mudah. Medan yang cukup ekstrem juga mengharuskan petugas dan warga berhati-hati ketika menyisir titik-titik yang dicurigai.

Hingga kini, sejumlah kawasan rawan masih menjadi perhatian aparat. Polisi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pengejaran atau tindakan sendiri apabila menemukan orang yang dicurigai.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Puncak Kemarau, El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027

“Kami imbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Apabila melihat keberadaan orang dengan gerak-gerik mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian dan jangan melakukan tindakan sendiri,” tegas Rahmad Saleh.

Polisi berharap masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan. Setiap informasi mengenai keberadaan orang mencurigakan di kawasan perkebunan diminta segera disampaikan kepada petugas.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
gua bantaran sungai otk