BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Raimin, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Rabu (12/8/2026) petang. Enam unit rumah ludes dilalap api. Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan total 24 jiwa kini harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di posko darurat yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai.
Kepala BPBD Kota Binjai Rudi Baros mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran meninggalkan kerugian materiel yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Rumah yang terbakar ada enam unit, sembilan KK dan 24 jiwa terkena dampak kebakaran,” ujar Rudi, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Altrak 1978 Farmer's Day with New Holland 2026 perkuat kolaborasi dengan petani di Kabupaten Karo
Pasca-api dipadamkan, BPBD Binjai langsung mendirikan posko untuk menampung warga terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penanganan darurat agar para korban tidak terlantar setelah rumah mereka hangus terbakar.
Selain tempat pengungsian, kebutuhan makan para korban juga ditanggung selama tiga hari. Dinas Kesehatan Kota Binjai turut diterjunkan untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak.
“Untuk makan selama tiga hari akan ditanggung pihak damkar, dari pagi, siang, dan malam,” kata Rudi.
Akses Terkendala, Warga Berdesakan
Proses pemadaman api tidak berjalan mudah. Petugas pemadam kebakaran harus menghadapi sejumlah kendala di lokasi.
Menurut Rudi, kerumunan warga yang memadati sekitar lokasi kejadian membuat akses menuju titik kebakaran menjadi sulit. Kondisi tersebut turut menghambat pergerakan armada pemadam saat hendak melakukan evakuasi dan penanganan api.
Kendala lainnya datang dari akses jalan. Jalur terdekat menuju lokasi diketahui dalam kondisi terportal sehingga armada pemadam terpaksa mencari jalur alternatif.
Baca Juga: Kapolda Sumut Minta Waktu Dua Bulan Tuntaskan Kasus WLG
“Kesulitan petugas damkar saat memadamkan api, yang pertama karena banyaknya masyarakat yang menumpuk di sekitar lokasi kejadian untuk melihat kebakaran. Jadi jalur untuk mengevakuasi agak susah,” jelasnya.
“Yang kedua, kami mohon maaf agak telat karena jalan terdekat dengan lokasi kebakaran diportal. Jadi kami terpaksa memutar menggunakan jalur lain,” sambung Rudi.
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran akhirnya dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang dengan cepat merambat dan melahap bangunan di sekitarnya.
Diduga Korsleting, Api Menyambar Rumah Lain
Sementara itu, Kapolsek Binjai Timur AKP Gusli Effendi mengatakan, kebakaran diduga bermula dari salah satu rumah. Warga pertama kali melihat kepulan asap sebelum api membesar.
Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik yang menyambar ke dinding rumah yang terbuat dari triplek dan menyambar kasur yang terbuat dari bahan busa, hingga api membesar serta ikut membakar rumah lainnya,” ungkap Gusli.
Baca Juga: Afif Abdillah Panggil PPNI, Ingatkan Nakes Jangan Menghina Pasien BPJS
Hingga Kamis (13/8/2026), lokasi enam rumah yang terbakar telah dipasangi garis polisi. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Sementara itu, 24 jiwa yang kehilangan tempat tinggal masih bertahan di posko pengungsian. Di tengah bara yang telah padam, mereka kini menghadapi persoalan lain: bagaimana memulai kembali kehidupan setelah rumah dan sebagian besar harta benda mereka dilalap api. (ted.han)
Editor : Johan Panjaitan