PADANG LAWAS UTARA, Sumutpos.jawapos.com-Tiga jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat di wilayah terisolir Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) kini resmi dioperasikan. Infrastruktur tersebut diresmikan, Kamis (13/8/2026), sebagai bagian dari program nasional kolaborasi TNI dan Polri dalam membangun akses dasar bagi masyarakat.
Secara nasional, program tersebut mencakup peresmian 3.395 jembatan dan 3.000 titik sumber air bersih yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Untuk Kabupaten Paluta, pusat peresmian dipusatkan di Desa Siunggam Jae, Kecamatan Padang Bolak Tenggara.
Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Kehadiran jembatan diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka jalur yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Kadinsos : Baru 35 Persen Warga Medan Daftar Perlinsos
Bupati Padang Lawas Utara H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., yang diwakili Camat Padang Bolak Tenggara Hendra Gunawan Hasibuan, S.H., menyampaikan apresiasi atas sinergi TNI dan Polri yang diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur tersebut.
“Semoga jembatan yang dibangun ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari serta meningkatkan perekonomian desa,” ujar Hendra dalam sambutannya.
Tiga Jembatan, Dua Kecamatan
Mewakili Dandim 0212/Tapanuli Selatan, Danramil 05/Padang Bolak Kapten Inf Misran Edi Natal Dalimunthe menjelaskan, pembangunan tiga jembatan di Paluta tersebar di dua kecamatan.
Ketiga titik tersebut berada di Desa Siunggam Jae, Kecamatan Padang Bolak Tenggara, serta Desa Pancur Pangko dan Desa Parupuk Julu di Kecamatan Padang Bolak Julu.
Dengan rampungnya pembangunan, ketiga jembatan tersebut kini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas.
Baca Juga: Pelayanan Dukcapil Dairi Dituding Mundur, Bona Sitindaon Desak Bupati Segera Panggil Plt Kadis
“Fasilitas ini kini sudah bisa dimanfaatkan penuh oleh warga. Kami meneruskan pesan langsung dari Presiden RI agar fasilitas yang dibangun bersama ini dapat dijaga dan dirawat bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapten Inf Misran.
Bagi masyarakat di kawasan yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Infrastruktur itu menjadi penghubung antara permukiman, pusat aktivitas ekonomi, fasilitas publik dan wilayah lain yang selama ini sulit dijangkau.
Pesan Presiden: Jangan Abaikan Perawatan
Peresmian infrastruktur secara nasional dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual. Dalam kesempatan tersebut, Presiden berdialog dengan sejumlah warga penerima manfaat pembangunan jembatan dan fasilitas air bersih di berbagai daerah.
Prabowo menekankan bahwa pembangunan tidak berhenti setelah infrastruktur selesai diresmikan. Perawatan menjadi kunci agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
Presiden juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan batas berat kendaraan atau tonase yang melintas. Menurutnya, kepatuhan terhadap batas tersebut penting untuk menjaga kekuatan dan usia konstruksi jembatan.
“Terima kasih, Bapak Kepala Desa, terima kasih. Dan yang paling penting, nanti dirawat jembatan-jembatan itu. Dirawat dengan baik,” tegas Prabowo saat menyapa warga melalui sambungan virtual.
Baca Juga: Bobby Nasution: SPPG Penyalur MBG di Brastagi yang Menyebabkan 353 Siswa Keracunan Disetop Sementara
Presiden turut memberikan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta seluruh jajaran yang terlibat dalam pembangunan berbagai fasilitas tersebut.
Menurut Prabowo, pembangunan infrastruktur dasar di pelosok merupakan bagian dari pengabdian langsung kepada masyarakat.
“Saudara-saudara telah menjalankan misi pengabdian dan bakti kepada rakyat. Ini bukti nyata bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat, dan Polri adalah polisi rakyat,” pungkasnya.
Baca Juga: Kadinsos : Baru 35 Persen Warga Medan Daftar Perlinsos
Peresmian tiga jembatan di Paluta pun menjadi gambaran bagaimana kolaborasi lintas institusi dapat menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Tantangannya kini bukan hanya memastikan jembatan tersebut berfungsi, tetapi juga menjaga agar akses yang telah dibangun dapat bertahan dan terus memberi manfaat bagi generasi berikutnya.
Turut hadir dalam kegiatan di Desa Siunggam Jae, Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Paluta Chairil Anhar Siregar, S.T., M.M., mewakili Kadis Kominfo Paluta, jajaran pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat.
Editor : Johan Panjaitan