Petani Karet Sosopan Kini Tersenyum, Harga Getah Tembus Rp19 Ribu per Kilogram

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:15 WIB
H. Idaham Butar Butar, salah seorang Petani karet asal kecamatan Sosopan sedang mengguris kebun karetnya. (Mitra Harahap/Sumut Pos)
H. Idaham Butar Butar, salah seorang Petani karet asal kecamatan Sosopan sedang mengguris kebun karetnya. (Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com-Setelah bertahun-tahun bergulat dengan harga yang tak kunjung bersahabat, petani karet di Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara, akhirnya mendapat angin segar. Harga getah karet di tingkat petani kini menembus Rp19.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani yang selama hampir satu dekade harus menghadapi ketidakpastian pendapatan dari komoditas andalan mereka. Berdasarkan pantauan di lapangan, tren positif tersebut telah bertahan dalam dua bulan terakhir.

Baca Juga: Humas PN Binjai Jelaskan Lomba HUT RI dan HUT MA, Digelar Setelah Persidangan

Meski demikian, harga yang diterima petani tidak seragam. Kualitas getah dan pola penyadapan menjadi faktor yang turut menentukan nilai jual di tingkat petani.

Pola Sadap Menentukan Harga

Salah seorang petani karet di Kecamatan Sosopan, H. Idaham Butar-butar, menjelaskan, getah hasil penyadapan yang dilakukan dua hari sekali umumnya dihargai sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Sementara itu, getah dari pola penyadapan dengan masa pengumpulan hingga dua minggu dapat mencapai Rp19.000 per kilogram. Menurut Idaham, getah dengan masa pengumpulan lebih lama cenderung memiliki kadar air lebih rendah sehingga kualitas dan kerapatannya lebih baik.

“Untuk hasil sadapan dua hari berada di angka Rp14–15 ribu per kilo. Kalau sadapan dua minggu bisa sampai Rp19 ribu per kilo, tapi tetap kembali lagi pada kualitas getah hasil sadapan masing-masing petani,” ujar Idaham saat ditemui di sela aktivitas menyadap karet di perkebunannya, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Korupsi Dana Desa Demi Selingkuhan, Eks Kades di Langkat Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kondisi tersebut membuat petani semakin terdorong menjaga kualitas hasil sadapan. Sebab, perbedaan kualitas secara langsung berpengaruh terhadap harga yang diterima.

Setelah Satu Dekade Menunggu

Kenaikan harga bukan hanya soal bertambahnya angka di timbangan. Bagi petani, harga yang lebih baik berarti adanya ruang untuk kembali menghidupkan kebun yang selama ini tertekan tingginya biaya produksi dan perawatan.

Idaham mengatakan, selama hampir sepuluh tahun terakhir, harga getah karet di Sosopan cenderung tidak menguntungkan petani. Pendapatan dari hasil kebun kerap sulit mengimbangi kebutuhan rumah tangga maupun biaya operasional.

“Hampir 10 tahun belakangan ini harga getah karet di Sosopan kurang bersahabat, baru tahun inilah mulai terasa normal kembali. Kami berharap harga ini tidak hanya bertahan, tetapi bisa terus naik,” katanya.

Menurut dia, petani membutuhkan harga yang lebih baik bukan semata untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Perawatan kebun juga membutuhkan biaya agar tanaman tetap produktif dan hasil panen dapat dipertahankan.

Baca Juga: Wujud Nyata Bakti Rakyat, Tiga Jembatan Kolaborasi TNI-Polri di Paluta Resmi Dioperasikan

“Selain untuk menopang kebutuhan rumah tangga, kami juga butuh biaya untuk merawat kebun agar produktivitasnya tetap terjaga,” lanjutnya.

Petani Berharap Harga Tak Kembali Anjlok

Dengan harga getah yang kini berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp19.000 per kilogram, petani karet Sosopan mulai memiliki ruang lebih besar untuk bernapas. Namun, euforia tersebut tetap dibayangi kekhawatiran klasik: harga komoditas yang mudah berubah.

Karena itu, stabilitas menjadi harapan utama para petani. Harga tinggi yang hanya berlangsung sesaat dinilai belum cukup untuk memulihkan sektor perkebunan karet secara berkelanjutan.

Petani berharap tren positif tersebut dapat dipertahankan sehingga mereka memiliki kepastian dalam merencanakan produksi, merawat kebun, sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Pelayanan Dukcapil Dairi Dituding Mundur, Bona Sitindaon Desak Bupati Segera Panggil Plt Kadis

Bagi petani karet Sosopan, kenaikan harga saat ini bukan sekadar kabar baik. Ini adalah kesempatan untuk kembali menata kebun, memperbaiki produktivitas dan menghidupkan harapan bahwa komoditas karet masih mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
sosopan getah karet naik petani harga