MEDAN, SUMUT POS- Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan menghentikan sementara operasional dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan yang dialami ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kepala KPPG Medan, Donal Simanjuntak, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai langkah penanganan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) apabila terjadi kejadian yang dikategorikan fatal.
Menurut Donal, pihaknya telah menerbitkan surat penutupan sementara terhadap dapur tersebut. Dengan demikian, dapur penyedia MBG itu tidak akan beroperasi mulai hari ini.
Baca Juga: Psikolog Ingatkan Hati- hati dalam Bercanda
"Kami sudah terbitkan surat penutupan sementara atas dapur tersebut. Sehingga mulai besok dapur ya tidak operasional," ujar Donal saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Jumat (14/8/2026).
Meski demikian, Donal menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti ratusan siswa mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG.
Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa masih berlangsung. Karena itu, KPPG belum dapat menarik kesimpulan mengenai ada atau tidaknya hubungan langsung antara makanan tersebut dengan kondisi kesehatan para siswa.
"Hingga saat ini kami belum bisa berkesimpulan terhadap hasil pemeriksaan dari sampel makanan yang dimakan," katanya.
Donal menjelaskan, keputusan untuk menghentikan sementara operasional dapur bukan berarti pihaknya telah memastikan makanan yang diproduksi dapur tersebut menjadi penyebab keracunan. Penghentian dilakukan sebagai bagian dari langkah kehati-hatian sekaligus untuk memberikan ruang bagi proses pemeriksaan dan investigasi.
"Sesuai SOP jika terjadi kondisi kejadian fatal, maka dapur dihentikan sementara," tegasnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan kasus dapat berjalan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap sampel makanan dan penelusuran lebih lanjut terkait dugaan keracunan yang dialami para siswa.
KPPG Medan juga masih menunggu hasil pemeriksaan sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap dapur penyedia MBG tersebut.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian serius karena jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai ratusan orang. Pemerintah dan pihak terkait kini melakukan penanganan serta pemeriksaan guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa.
KPPG memastikan seluruh prosedur penanganan akan dijalankan sesuai ketentuan, sementara operasional dapur dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan dan investigasi memberikan kejelasan mengenai kasus tersebut. (san/ram)
Editor : Juli Rambe