BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten Batu Bara mendorong tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan industri, tetapi mampu mengambil peran dengan kompetensi dan standar keselamatan kerja yang memadai.
Komitmen itu diwujudkan melalui Pelatihan Tenaga Kerja Kejuruan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Operator Scaffolding Tahun 2026 yang dibuka langsung Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., di Gedung MPH PT Inalum, Kecamatan Sei Suka, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Batu Bara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan.
Bagi Pemkab Batu Bara, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan keterampilan. Di tengah ekspansi sektor industri, keberadaan tenaga kerja lokal yang kompeten dan tersertifikasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Tenaga Kerja Lokal Harus Naik Kelas
Baharuddin menegaskan, perkembangan industri di Batu Bara harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tenaga kerja lokal, kata dia, harus dibekali keterampilan sekaligus sertifikasi yang sesuai dengan standar dunia kerja.
“Pembangunan industri di wilayah Kabupaten Batu Bara berkembang pesat. Maka dari itu, kita dituntut memiliki tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki sertifikasi resmi dan standar keselamatan yang tinggi,” ujar Baharuddin.
Baca Juga: Chitato dan Chitato Lite Gandeng TREASURE, Ajak Gen Z Bikin Gebrakan dengan Gaya Sendiri
Menurutnya, operator scaffolding memiliki tanggung jawab besar karena pekerjaan tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas konstruksi pada ketinggian dan memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.
Karena itu, pemahaman terhadap prosedur K3 tidak boleh berhenti pada teori. Setiap peserta diharapkan mampu menerapkan standar keselamatan tersebut ketika nantinya berada di lapangan.
“Pekerjaan scaffolding merupakan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi. Karena itu, sinergi antara PT Inalum dan Disnakerperindag merupakan langkah konkret untuk menyiapkan SDM lokal yang kompeten dan terampil,” tegasnya.
Bupati juga meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan serius. Menurutnya, penerapan K3 bukan hanya menyangkut keselamatan individu, tetapi juga menyangkut keamanan rekan kerja dan lingkungan sekitar.
“Saya harap pelatihan ini diikuti dengan baik. Ini bukan hanya untuk keselamatan kalian, tetapi ketika bekerja, keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain juga harus diperhatikan,” katanya.
Inalum Perluas Kolaborasi
Dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal juga datang dari PT Inalum. Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat PT Inalum, Ali Hasian Harahap, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Tidak hanya pelatihan K3, program pemberdayaan masyarakat ke depan juga diarahkan kepada kelompok pekerja dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Kami hari ini melaksanakan program latihan keterampilan bagi 25 pekerja di wilayah Kabupaten Batu Bara. Ke depannya, kami akan melakukan sinergi pelatihan untuk UMKM. Kami juga berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya Bapak Bupati,” ujar Ali.
Baca Juga: Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan, Perkuat Pilihan SUV Elektrifikasi
Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta dan menghadirkan trainer ahli K3, Doni, yang merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bagi para peserta, sertifikasi dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di tengah berkembangnya kawasan industri Batu Bara.
3.000 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan
Selain peningkatan kompetensi, pemerintah bersama dunia usaha juga memberikan perhatian terhadap perlindungan sosial pekerja.
Dalam kegiatan tersebut, kartu BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara simbolis kepada 3.000 pekerja rentan di Kabupaten Batu Bara melalui program CSR PT Inalum.
Perlindungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan kepastian bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko pekerjaan.
Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan santunan kecelakaan kerja akibat meninggal dunia serta beasiswa bagi dua orang anak. Bantuan tersebut menjadi bentuk perlindungan terhadap keluarga pekerja yang terdampak risiko kecelakaan kerja.
Baca Juga: 55 Tahun Bangun Kepercayaan, Mitsubishi Xforce HEV Tak Sekadar Jual Efisiensi
Baharuddin menyampaikan apresiasi kepada PT Inalum dan BPJS Ketenagakerjaan yang terus berkontribusi dalam peningkatan kompetensi sekaligus perlindungan tenaga kerja di Batu Bara.
Kompetensi dan Keselamatan Jadi Kunci
Pertumbuhan industri pada akhirnya tidak cukup hanya diukur dari investasi dan pembangunan kawasan. Ketersediaan tenaga kerja lokal yang mampu memenuhi standar industri menjadi salah satu indikator penting agar masyarakat daerah benar-benar mendapatkan manfaat dari perkembangan ekonomi tersebut.
Melalui pelatihan K3 operator scaffolding, Pemkab Batu Bara bersama PT Inalum mencoba menjawab kebutuhan itu dari sisi hulu: mempersiapkan tenaga kerja yang terampil, tersertifikasi dan memahami keselamatan kerja.
Jika pola kolaborasi tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan diperluas ke sektor lainnya, pertumbuhan industri di Batu Bara diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.
Turut hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran Ferina Burhan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Batu Bara Fadli Kurniawan, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Ginda Harahap, Ketua KNPI Kabupaten Batu Bara, Ketua Baznas Kabupaten Batu Bara serta jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan