Warga Semangat Gunung Geruduk Kantor Bupati Karo, Desak Jalan Diperbaiki dan Pungli Dihentikan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:51 WIB
DEMO: Warga Desa Semangat Gunung saat demo dan menyampaikan tututannya ke kantor Bupati Karo. (Solideo/Sumut Pos)
DEMO: Warga Desa Semangat Gunung saat demo dan menyampaikan tututannya ke kantor Bupati Karo. (Solideo/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com —Ratusan warga Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, mendatangi Kantor Bupati Karo, Kamis (20/8/2026) siang. Mereka membawa satu tuntutan utama: pemerintah harus segera membenahi akses menuju kawasan Wisata Air Panas sekaligus memastikan wisatawan dan masyarakat terbebas dari pungutan liar serta gangguan keamanan.

Massa mendesak Pemerintah Kabupaten Karo mempercepat perbaikan jalan lama menuju Desa Semangat Gunung yang kini mengalami kerusakan. Mereka juga meminta pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Desa Semangat Gunung dengan Desa Lau Gumba segera direalisasikan.

Kerusakan akses jalan dinilai bukan sekadar mengganggu mobilitas warga. Kondisi tersebut juga membuat arus kendaraan menuju maupun keluar kawasan wisata kerap tersendat, terutama ketika kunjungan wisatawan meningkat.

Baca Juga: Juli - September 2026, 203 Ribu KK di Kota Medan Terima Bantuan Beras

Di tengah tuntutan pembangunan infrastruktur, warga juga menyuarakan persoalan lain yang tak kalah serius: aliran listrik.

“Jangan biarkan desa kami mati,” teriak massa.

Warga meminta PLN segera menormalkan pasokan listrik ke Desa Semangat Gunung. Menurut mereka, kelancaran listrik menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas masyarakat sekaligus mendukung kawasan wisata yang menjadi salah satu sumber ekonomi warga.

“Stop Pungli”, Warga Minta Wisatawan Dilindungi

Aksi tersebut tidak hanya menyoroti persoalan jalan dan listrik. Warga juga mendesak pemerintah bersama aparat keamanan menjamin rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Air Panas Semangat Gunung.

Praktik pungutan liar menjadi salah satu persoalan yang mereka soroti.

“Stop pungli. Berikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan wisatawan,” pinta warga.

Baca Juga: Anak John Herdman Gabung Bali United, Langsung Debut Lawan Persib

Leo Ginting, salah seorang warga Desa Semangat Gunung yang ikut dalam aksi, mengatakan kerusakan jalan lama selama ini menjadi salah satu penyebab terganggunya arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Selain meminta jalan lama diperbaiki, warga mendorong pemerintah segera membuka jalan baru agar kepadatan kendaraan dapat diurai.

Namun, bagi warga, persoalan keamanan menjadi hal yang tidak bisa lagi ditunda.

Leo menyinggung aksi pemblokiran jalan yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut sempat membuat sejumlah wisatawan, termasuk anak-anak dan ibu hamil, terjebak di kawasan wisata.

Gangguan terhadap wisatawan, kata dia, bahkan masih terjadi setelah kejadian tersebut. Ia juga menyebut adanya aksi kekerasan yang diduga dilakukan oknum tidak bertanggung jawab terhadap wisatawan.

“Kejadian-kejadian seperti ini sangat merugikan masyarakat dan wisatawan. Tentunya juga mencoreng citra baik pariwisata Tanah Karo,” tegas Leo.

Karena itu, warga meminta Pemkab Karo dan aparat keamanan tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Penegakan aturan dinilai penting agar kawasan wisata tidak kehilangan kepercayaan pengunjung.

“Berikan kami dan wisatawan rasa aman,” tandas Leo.

Pemkab Karo Siapkan Dua Jalur Alternatif

Aspirasi warga diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Karo, Eddi Suranta Surbakti. Sejumlah perwakilan massa kemudian diajak masuk ke ruang rapat untuk membahas tuntutan tersebut melalui musyawarah.

Sementara itu, hingga Kamis siang, ratusan warga masih bertahan di halaman Kantor Bupati Karo. Uniknya, massa yang didominasi ibu rumah tangga tersebut memilih mengisi waktu dengan menari dan menikmati alunan musik dari pengeras suara yang mereka bawa.

Tuntutan mengenai akses jalan sejatinya sejalan dengan rencana pemerintah daerah. Sebelumnya, Pemkab Karo telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat pengembangan kawasan Wisata Air Panas.

Bupati Karo Antonius Ginting sebelumnya melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumut. Salah satu pembahasannya adalah pembangunan dua jalur alternatif menuju Desa Semangat Gunung.

Baca Juga: Melanie Subono Rilis “Jiwa Merah Putih”, Menghidupkan Kembali Semangat Persatuan

Dua jalur tersebut yakni Penatapan Berastagi–Desa Semangat Gunung dan Jaranguda–Desa Semangat Gunung.

Kehadiran kedua akses baru itu diharapkan dapat membuka pilihan perjalanan yang lebih efisien bagi wisatawan sekaligus mengurai penumpukan kendaraan di jalur utama.

Antonius mengatakan wisatawan dari Medan nantinya dapat langsung menuju kawasan wisata melalui jalur Penatapan, sementara wisatawan dari arah Simalungun maupun Aceh Tenggara dapat memanfaatkan jalur Jaranguda.

“Jadi orang yang dari Medan bisa langsung ke lokasi tanpa harus ke Doulu dulu, dan yang dari Simalungun maupun Aceh Tenggara bisa melalui Jaranguda. Ini juga akan membantu memecah kemacetan lalu lintas,” ujar Antonius.

Tata Kelola Wisata Turut Dibenahi

Persoalan Air Panas Semangat Gunung tidak berhenti pada pembangunan jalan. Pemerintah juga mulai membenahi tata kelola ekonomi kawasan wisata.

Ke depan, skema pendapatan daerah diarahkan berbasis pajak dan kontribusi dari sektor usaha legal, seperti restoran, penginapan, tempat pemandian hingga fasilitas parkir.

Kebijakan tersebut sejalan dengan dorongan Pemprov Sumut untuk menghapus pungutan langsung kepada pengunjung. Tujuannya jelas, menciptakan destinasi wisata yang lebih tertib, transparan dan nyaman bagi wisatawan.

Pemkab Karo juga memastikan masyarakat lokal yang selama ini terlibat dalam pengelolaan retribusi tidak akan begitu saja kehilangan mata pencaharian. Mereka akan diarahkan ke pekerjaan yang lebih profesional dalam mendukung operasional kawasan wisata.

Baca Juga: Inter Milan Kian Agresif, Curtis Jones Jadi Target Berikutnya

“Masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengelolaan retribusi akan diarahkan ke pekerjaan yang lebih profesional dalam mendukung operasional kawasan wisata,” kata Antonius.

Pemkab Karo juga menyambut gagasan Pemprov Sumut untuk membentuk kampung wisata sebagai pusat oleh-oleh dan kuliner lokal.

Jika seluruh rencana tersebut berjalan konsisten, wajah Wisata Air Panas Semangat Gunung berpeluang berubah. Bukan hanya lebih mudah dijangkau, tetapi juga lebih tertata dari sisi keamanan, ekonomi dan pelayanan.

Namun, pembangunan fisik saja tidak cukup. Jalan baru harus diikuti tata kelola yang bersih, keamanan yang nyata dan kepastian bahwa wisatawan datang untuk menikmati destinasi, bukan menghadapi pungutan maupun gangguan.(deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
perbaiki Pemkab Karo Geruduk pungli