NIAS SELATAN, Sumutpos.jawapos.com– Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menegaskan komitmennya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan generasi masa depan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Gebyar PAUD Kabupaten Nias Selatan Tahun 2026 yang dibuka Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia di Hall Defnas, Teluk Dalam, Jumat (21/8/2026).
Mengusung tema “PAUD Gerbang Menuju Generasi Emas”, kegiatan ini bukan sekadar ajang perayaan bagi anak-anak PAUD. Gebyar PAUD menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, pengasuhan, serta lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari 17 kecamatan dan 92 satuan pendidikan PAUD, dengan melibatkan sekitar 300 anak dan 100 guru. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung penuh antusiasme dan kegembiraan.
Generasi Emas Dimulai dari Usia Dini
Dalam sambutannya, Bupati Sokhiatulo Laia menegaskan bahwa pembangunan generasi emas tidak dapat menunggu hingga anak tumbuh dewasa. Fondasinya harus diletakkan sejak usia dini melalui layanan pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas.
Menurutnya, anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik. Pertumbuhan mereka harus didukung dengan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, perlindungan, kasih sayang, serta ruang belajar yang memungkinkan anak berkembang secara alami.
“Pengembangan anak usia dini adalah tanggung jawab bersama,” tegas Bupati.
Baca Juga: Wakil DPRD Paluta Minta Perusahaan Pencemar Lingkungan Ditindak Tegas Sesuai Hukum
Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin pembangunan PAUD hanya menjadi urusan Dinas Pendidikan. Pemerintah desa, tenaga pendidik, orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga berbagai mitra pembangunan dinilai memiliki peran yang sama penting dalam memastikan kebutuhan anak terpenuhi.
Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam motto “Satu Tim, Satu Tujuan, Wujudkan PAUD Bermutu untuk Semua.”
Pemkab Nias Selatan berkomitmen memperluas kesempatan memperoleh layanan PAUD sehingga tidak ada anak yang kehilangan hak mendapatkan pendidikan hanya karena persoalan jarak, kondisi ekonomi, maupun keterbatasan layanan.
Guru dan Orang Tua Jadi Fondasi Penting
Bupati juga memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang selama ini mendampingi anak-anak dengan kesabaran dan kasih sayang.
Di sisi lain, orang tua diminta tidak menjadikan kemampuan membaca dan berhitung sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan anak usia dini. Anak perlu diberikan kesempatan untuk belajar melalui bermain, bergerak, bereksplorasi, serta mengalami berbagai proses yang membuat kegiatan belajar menjadi menyenangkan.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar pendidikan anak usia dini tidak berubah menjadi tekanan akademik, melainkan menjadi ruang bagi anak untuk mengenali lingkungan, membangun rasa percaya diri, sekaligus mengembangkan potensi mereka.
Bunda PAUD Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Pesan serupa disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan, Militina Sokhiatulo Laia. Menurutnya, masa depan Nias Selatan sangat ditentukan oleh bagaimana seluruh pihak memberikan perhatian terbaik kepada anak sejak usia dini.
Melalui subtema “Bersama Mewujudkan Pemenuhan PAUDHI melalui Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah”, Bunda PAUD menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Pemko Binjai Sabet Dua Penghargaan Bidang Reformasi dan Dokumentasi Hukum
“Anak membutuhkan pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, pengasuhan, serta lingkungan yang aman dan menyenangkan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan layanan PAUD yang bermutu dan menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan PAUD tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Dibutuhkan gerakan bersama agar layanan yang diberikan kepada anak benar-benar menyentuh seluruh aspek tumbuh kembang.
Perkuat Transisi PAUD ke SD
Momentum Gebyar PAUD 2026 juga diisi dengan penyerahan hasil rekomendasi advokasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, yang dimulai dari satu tahun prasekolah. Rekomendasi tersebut merupakan hasil advokasi yang diprakarsai KREASI Save the Children Indonesia.
Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan menyampaikan apresiasi kepada KREASI Save the Children Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses advokasi tersebut.
Ia berharap rekomendasi yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi acuan bersama dalam memperkuat gerakan transisi dari PAUD menuju sekolah dasar yang menyenangkan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mendukung implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah di Kabupaten Nias Selatan.
Dengan melibatkan 17 kecamatan, 92 satuan pendidikan, 300 anak, dan 100 guru, Gebyar PAUD 2026 menjadi ruang untuk mempererat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, keluarga, masyarakat, dan mitra pembangunan.
Pada akhirnya, pembangunan generasi emas Nias Selatan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak fasilitas pendidikan yang tersedia, tetapi juga oleh kualitas ekosistem yang dibangun di sekitar anak.
Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Grab Luncurkan GrabAcademy untuk Buka Peluang Tanpa Batas bagi Mitra
Pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, pengasuhan, dan lingkungan belajar harus bergerak dalam arah yang sama. Dengan semangat “Satu Tim, Satu Tujuan, Wujudkan PAUD Bermutu untuk Semua,” Pemkab Nias Selatan mendorong seluruh pihak memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, belajar, bermain, dan menikmati masa kanak-kanak dengan bahagia.
Turut hadir Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan Militina Sokhiatulo Laia, Staf Ahli PKK Kabupaten Nias Selatan Kartini Yusuf Nache, Danlanal Nias, perwakilan Kapolres, perwakilan Kajari Nias Selatan, Ketua DWP Kabupaten Nias Selatan Listricka Amsarno S. Sarumaha, Ketua Jalasenastri, kepala OPD atau perwakilan, pimpinan Save the Children Kabupaten Nias Selatan, Ketua Yayasan Obor Berkat, Ketua Himpaudi, perwakilan perbankan, para guru dan siswa PAUD, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya. (eri/han)
Editor : Johan Panjaitan